Sarjanaku Berkat Bidik Misi
Ingin
kuukir apa yang ada di pikiranku biar semua rasa mengganjal di dadaku bisa
hilang dan saatnya kutatap indahnya dunia ini. Semua berawal dari mimpiku.
Kutulis mimpiku satu persatu mimpiku dalam selembar kertas. Kusimpan kertas itu
dalam buku yang sungguh rahasia. Hanya aku dan buku itulah yang tahu. Satu demi
satu targetku tercoret dan menandakan targetku sudahlah tercapai.
Aku
begitu ingat mimpiku saat SMA yang selalu aku usahakan, selalu aku ingin
dicapai dan selalu ingin aku katakan :”
BISA” adalah Mempertahankan peringkat 1
paralel tiap semester.
Alhamdulillah,
mimpi itu tercapai hingga akupun lulus dari SMA. Dari semester 1-6 aku selalu
menduduki peringkat 1 paralel dari jurusan IPA. Tiap kali penerimaan rapot aku
selalu berdoa agar mimpiku tercapai. Jujur, walaupun aku dinilai sedikit punya
kemampuan dari pada temanku yang lain , tapi aku bukan seperti mereka yang
selalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai pelajar. Insyaalloh, aku apa adanya,
aku bisa yaa aku jawab , jika teman bertanya dan aku bisa yaa aku jawab.
Selama
SMA ada satu guru yang bener-bener buatku semangat dan betul-betul menenangkan pikiranku. Beliau guru
matematika. Pak Tamrin namanya. Beliau selalu bilang” Saiki pikirno ujiane
ndisit, masalah ngesuk meh mlebu Perguruan Tinggi gampang dipikirke ngesuk”.
Nah, dari sinilah aku berpikir, “ hadapi
batu besar yang ada di depan kita terlebih dahulu dan pecahkan batu itu.”
Artinya hadapi masalah yang ada di depan mata kita terlebih dahulu, baru
pecahkan masalah yang lain.
Aku
tidak pernah berpikir akan melanjutkan ke perguruan tinggi karena masalah
finansial lah yang mennurunkan motivasiku untuk belajar di bangku kuliah.
Sering temanku bertanya” sum, kamu mau kuliah di mana?”. Kalau ditanya seperti
itu, aku hanya menjawabnya dengan senyuman dan biarkan takdir hidupku yang
menjawab dan nantikan jawabannya setelah lulus”.
Begitu
tenang banget jawabanku, namun sebenarnya dalam hati kecilku aku pengin
katakan” aku ingin kuliah”.
Tiap
kali ada mahasiswa yang sosialisasi ke sekolahku, semakin membuatku pengin
kuliah, namun lagi lagi terjebak oleh masalah finansial. Aku hanya bisa terdiam
dan mendengarkan celotehan mereka. Setiap dikasih brosur, aku pasti melingkari
jurusan yang pengin aku masuki. “PGSD.”
Pada
suatu ketika, wali kelasku membawa sebuah kabar gembira tentang adanya beasiswa
sampai lulus. Rasa tak percaya pun mengelilingi kepalaku. “Beasiwa Bidik Misi”
namanya. Sungguh aku baru mendengar beasiswa itu, dalam benakku bertanya
tanya beasiswa apaan itu? Bagaimana cara
mendapatkannya? Apakah aku bisa?.
Pokoknya
aku bingung apa yang harus aku katakan, yang jelas “ aku pengin dapet beasiswa
itu entah bagaimana caranya yang penting bisa kuliah tanpa memberatkan orang
tua.
Banyak temanku mengok-ngojokiku untuk
mencoba ndaftar beasiswa itu. Tak lupa akupun menyampaikan kabar gembira ini ke
orang tuaku. Mereka hanya berkata” terserah kamu, kita sebagai orang tua hanya
bisa mendoakan kamu yang penting kamu selalu patuh kepada yang kuasa dan selalu
menghormati bapak ibumu.” Aku semakin bingung, namun aku juga maklum, mereka
adalah orang biasa tak sekritis para pejabat pemerintah. Alhamdulillah, aku
mendapat ilham kalau aku harus daftar beasiswa itu. Kubulatkan tekadku dan
kulangkahkan kakiku.
Aku bangkit, kutulis sebuah target
dalam sebuah kertas, “ aku ingin kuliah dengan beasiswa” .
Target itu masih begitu teringat di pikiranku, aku ingin itu bener-bener
terwujud. Akhirnya akupun menyiapkan semua yang diperlukan dalam pendaftaran.
Bapak, ibu dan semuanya pun ikut berperan. Alahamdulillah semua mendukung
keinginanku. Perlahan tapi pasti. Ke sana sini. Dan berharap semua menjadi
nyata.
Pendaftaran pun tiba. Kedua orang
tuaku tidak punya uang bahkan untuk sekedar bayar pendaftaran. Untungnya, kabar
gembira datang lagi, “ bagi siswa yang mendaftar beasiswa bidik misi, tidak
membayar uang pendaftaran” sungguh aku bahagia. Terimakasih yaa alloh, kau
berikan jalan untuk hamba-Mu ini. Akupun langsung daftar dan memilih perguruan
tinggi mana yang akan aku masuki. Ternyata hanya UNNES yang ada di otakku. Dan
jurusannya PGSD. Tanpa alasan aku memilih jurusan itu, aku cocok , dan mantap.
Berserah dirii, mohon anugerah dari
yang kuasa, dan mohon dibukakan pintu menuju sukses untuk agama, bangsa dan
negara ini adalah doaku. Sepanjang siang dan malam, aku brdoa agar diberikan
kemudahan dalam menghadapi masalah ini. Semoga lolos. Amin..
Dua bulan pun berlalu, ujian nasional
sudah kelar, tinggal memetik hasilnya. Kunanti semua itu dengan terus
bertawakal kepada sang kuasa. Tak terasaa waktu begitu cepatnya.Tanggal 16 mei
2011, pengumuman ujian nasional. Hatiku degdegan tak karuan. Jujur yang aku
takutkan adalah mampu mempertahankan predikat lulusan terbaik atau tidak.
Pengumuman kelulusan begitu membingungkan, kabar burung kian membahana. Ada
yang ngomong jam ini, jam ini dan jam ini. Ternyata yang bener jam 16.00.
Sungguh hatiku gelisah tak menentu, apakah hasil dari semua usahaku? Apakah
akan menjadi buah yang manis atau buah yang pahit..
Sekian lama, kunanti sang ayah .
Dengan menaiki sepeda ku , ayah pergi ke sekolahan mengambil hasil ujian.
Menggemparkan! Aku melihat ayah untuk mengangis
yang pertama kalinya ketika ia membuka hasil ijuanku. Akupun ikut nangis. Pelan
pelan kubuka amplop itu.Ternyata “lulus dengan hasil terbaik dari jurusan ipa”.
Terimakasih yaa alloh, Engkau kabulkan permintaanku..
Kini tinggal menanti pengumunman
SNMPTN. Gak disangka, pengumuman dimajukan. Tanggal 17 mei , pengumuman hasil
SNMPTN sudah turun. Awalnya aku gak tau, namun sahabatku memberi informasi. Dia
juga orang yang pertama kali membuka hasilnya. Dia bilang aku harus mengirim
pasword snmptn undanganku. Yaa aku kirimkan, Tak lama kemudian, diapun telpon
kalo aku dinyatakan “ DITERIMA di Universitas Negeri Semarang jurusan PGSD”.
Seperti mimpi , mimpiku benar-benar menjadi nyata. Aku gak percaya, aku
diterima. Namun, temenku tetap ngotot kalo aku bener diterima.
Keesokan harinya, akupun langsung ke
warnet ngecek hasilnya, memang bener aku diterima sebagai mahasiswa UNNES.
Alhamdulillah yaa alloh. Aku diterima dengan jurusan yang sangat aku pengin
masuki. Tanpa pikir panjang, akupun ngomong sama ibu bapakku. Namun, apa yang
terjadii?
Bapakku seraya sedih dengan kabar baik
ini. Masalah finansiallah yang melatar belakanginya. Aku sadar, aku terlahir
dari keluarga tak mampu, buat menyekolahkan aku saja susahnya minta ampun
apalagi buat kuliah. Sejenak semangatku drop. Tinggal menunggu satu pengumuman
lagi. “ Pengumuman Beasiswa Bidik misi”. Satu-satunya hal yang paling aku
dambakan . Aku ingin kuliah seperti mereka, menjadi pendidik yang profesional
bukan hanya mengedepankan pangkat, namun prestasi mengajar yang cemerlang. Aku
ingin ituuu...
Kuceritakan semua pada bapakku.
Tentang beasiswa itu. Masa depanku ada
pada beasiswa itu. “ bapak, bantuin doa yaa, semoga pengajuan beasiswaku
diterima, amiin..” Bapak pun mengamininyaa...
Sebelum pengumuman, terlebih rumahku
disurvey. Dari depan sampai belakang semuanya difoto. Rasa maluku sejenak
terbuang, intinya yang penting beasiswaku diterima.” Inilah aku dan rumah
keluargaku” adanya kaya gini. Pihak yang menyurvei pun saling bercanda tawa
dengan keluargaku, mereka seolah bahagia berbincang dengan orang tuaku.
Terlihat dari raut muka nya yag begitu indah.
Lagi lagi, kabar burung bermunculan.
Pengumuman penerimaan beasiswa tak kunjung datang. Akupun bingung karena
sebentar lagi sudah masuk masa orientasi. Nah, dua bulan setelah pengumuman
snmptn undangan, pengumuman beasiswapun diumumkan. Alhamdulillah “ Diterima”
. Mungkin hal ini biasa saja bagi mereka, namun bagiku hal ini adalah moment
yang paling luar biasa yang bisa aku capai dan bisa menjadi kenangan untuk
diceritakan kepada anak cucuku kelak. Sujud syukur pun kupanjatkan pada Alloh.
Aku pengin nangis. Tatanggaku, pada nangis bahagia dengan moment ini. Banyak
air mata berjatuhan. Aku bangga dengan diriku. Entah harus bagaimana lagi, aku
mengucapkan syukur pada yang kuasa. Alloh telah mengabulkan apa pintaku.Aku
berjanji pada diriku sendiri aku harus lebih baik lagi dan menjadi insan yang berbakti pada agama,
negeri dan bangsaku ini.
Berkat beasiswa bidik misi, aku bisa
kuliah dan mengejar cita-citaku.. Terimakasih bidik misi. You is way to reach my ideal.
kata SBY : LANJUTKAN>>>>>>>
ReplyDelete