Wednesday, January 2, 2013



Sarjanaku Berkat Bidik Misi


Ingin kuukir apa yang ada di pikiranku biar semua rasa mengganjal di dadaku bisa hilang dan saatnya kutatap indahnya dunia ini. Semua berawal dari mimpiku. Kutulis mimpiku satu persatu mimpiku dalam selembar kertas. Kusimpan kertas itu dalam buku yang sungguh rahasia. Hanya aku dan buku itulah yang tahu. Satu demi satu targetku tercoret dan menandakan targetku sudahlah tercapai.
Aku begitu ingat mimpiku saat SMA yang selalu aku usahakan, selalu aku ingin dicapai dan selalu ingin aku katakan  :” BISA” adalah Mempertahankan peringkat 1  paralel tiap semester.
Alhamdulillah, mimpi itu tercapai hingga akupun lulus dari SMA. Dari semester 1-6 aku selalu menduduki peringkat 1 paralel dari jurusan IPA. Tiap kali penerimaan rapot aku selalu berdoa agar mimpiku tercapai. Jujur, walaupun aku dinilai sedikit punya kemampuan dari pada temanku yang lain , tapi aku bukan seperti mereka yang selalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai pelajar. Insyaalloh, aku apa adanya, aku bisa yaa aku jawab , jika teman bertanya dan aku bisa yaa aku jawab.
Selama SMA ada satu guru yang bener-bener buatku semangat dan betul-betul  menenangkan pikiranku. Beliau guru matematika. Pak Tamrin namanya. Beliau selalu bilang” Saiki pikirno ujiane ndisit, masalah ngesuk meh mlebu Perguruan Tinggi gampang dipikirke ngesuk”. Nah, dari sinilah aku berpikir, “ hadapi batu besar yang ada di depan kita terlebih dahulu dan pecahkan batu itu.” Artinya hadapi masalah yang ada di depan mata kita terlebih dahulu, baru pecahkan masalah yang lain.
Aku tidak pernah berpikir akan melanjutkan ke perguruan tinggi karena masalah finansial lah yang mennurunkan motivasiku untuk belajar di bangku kuliah. Sering temanku bertanya” sum, kamu mau kuliah di mana?”. Kalau ditanya seperti itu, aku hanya menjawabnya dengan senyuman dan biarkan takdir hidupku yang menjawab dan nantikan jawabannya setelah lulus”.
Begitu tenang banget jawabanku, namun sebenarnya dalam hati kecilku aku pengin katakan” aku ingin kuliah”.
Tiap kali ada mahasiswa yang sosialisasi ke sekolahku, semakin membuatku pengin kuliah, namun lagi lagi terjebak oleh masalah finansial. Aku hanya bisa terdiam dan mendengarkan celotehan mereka. Setiap dikasih brosur, aku pasti melingkari jurusan yang pengin aku masuki. “PGSD.”
Pada suatu ketika, wali kelasku membawa sebuah kabar gembira tentang adanya beasiswa sampai lulus. Rasa tak percaya pun mengelilingi kepalaku. “Beasiwa Bidik Misi” namanya. Sungguh aku baru mendengar beasiswa itu, dalam benakku bertanya tanya  beasiswa apaan itu? Bagaimana cara mendapatkannya? Apakah aku bisa?.
Pokoknya aku bingung apa yang harus aku katakan, yang jelas “ aku pengin dapet beasiswa itu entah bagaimana caranya yang penting bisa kuliah tanpa memberatkan orang tua.
Banyak temanku mengok-ngojokiku untuk mencoba ndaftar beasiswa itu. Tak lupa akupun menyampaikan kabar gembira ini ke orang tuaku. Mereka hanya berkata” terserah kamu, kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan kamu yang penting kamu selalu patuh kepada yang kuasa dan selalu menghormati bapak ibumu.” Aku semakin bingung, namun aku juga maklum, mereka adalah orang biasa tak sekritis para pejabat pemerintah. Alhamdulillah, aku mendapat ilham kalau aku harus daftar beasiswa itu. Kubulatkan tekadku dan kulangkahkan kakiku.
Aku bangkit, kutulis sebuah target dalam sebuah kertas, “ aku ingin kuliah dengan beasiswa” . Target itu masih begitu teringat di pikiranku, aku ingin itu bener-bener terwujud. Akhirnya akupun menyiapkan semua yang diperlukan dalam pendaftaran. Bapak, ibu dan semuanya pun ikut berperan. Alahamdulillah semua mendukung keinginanku. Perlahan tapi pasti. Ke sana sini. Dan berharap semua menjadi nyata.
Pendaftaran pun tiba. Kedua orang tuaku tidak punya uang bahkan untuk sekedar bayar pendaftaran. Untungnya, kabar gembira datang lagi, “ bagi siswa yang mendaftar beasiswa bidik misi, tidak membayar uang pendaftaran” sungguh aku bahagia. Terimakasih yaa alloh, kau berikan jalan untuk hamba-Mu ini. Akupun langsung daftar dan memilih perguruan tinggi mana yang akan aku masuki. Ternyata hanya UNNES yang ada di otakku. Dan jurusannya PGSD. Tanpa alasan aku memilih jurusan itu, aku cocok , dan mantap.
Berserah dirii, mohon anugerah dari yang kuasa, dan mohon dibukakan pintu menuju sukses untuk agama, bangsa dan negara ini adalah doaku. Sepanjang siang dan malam, aku brdoa agar diberikan kemudahan dalam menghadapi masalah ini. Semoga lolos. Amin..
Dua bulan pun berlalu, ujian nasional sudah kelar, tinggal memetik hasilnya. Kunanti semua itu dengan terus bertawakal kepada sang kuasa. Tak terasaa waktu begitu cepatnya.Tanggal 16 mei 2011, pengumuman ujian nasional. Hatiku degdegan tak karuan. Jujur yang aku takutkan adalah mampu mempertahankan predikat lulusan terbaik atau tidak. Pengumuman kelulusan begitu membingungkan, kabar burung kian membahana. Ada yang ngomong jam ini, jam ini dan jam ini. Ternyata yang bener jam 16.00. Sungguh hatiku gelisah tak menentu, apakah hasil dari semua usahaku? Apakah akan menjadi buah yang manis atau buah yang pahit..
Sekian lama, kunanti sang ayah . Dengan menaiki sepeda ku , ayah pergi ke sekolahan mengambil hasil ujian.
Menggemparkan! Aku melihat ayah untuk mengangis yang pertama kalinya ketika ia membuka hasil ijuanku. Akupun ikut nangis. Pelan pelan kubuka amplop itu.Ternyata “lulus dengan hasil terbaik dari jurusan ipa”. Terimakasih yaa alloh, Engkau kabulkan permintaanku..
Kini tinggal menanti pengumunman SNMPTN. Gak disangka, pengumuman dimajukan. Tanggal 17 mei , pengumuman hasil SNMPTN sudah turun. Awalnya aku gak tau, namun sahabatku memberi informasi. Dia juga orang yang pertama kali membuka hasilnya. Dia bilang aku harus mengirim pasword snmptn undanganku. Yaa aku kirimkan, Tak lama kemudian, diapun telpon kalo aku dinyatakan “ DITERIMA di Universitas Negeri Semarang jurusan PGSD”. Seperti mimpi , mimpiku benar-benar menjadi nyata. Aku gak percaya, aku diterima. Namun, temenku tetap ngotot kalo aku bener diterima.
Keesokan harinya, akupun langsung ke warnet ngecek hasilnya, memang bener aku diterima sebagai mahasiswa UNNES. Alhamdulillah yaa alloh. Aku diterima dengan jurusan yang sangat aku pengin masuki. Tanpa pikir panjang, akupun ngomong sama ibu bapakku. Namun, apa yang terjadii?
Bapakku seraya sedih dengan kabar baik ini. Masalah finansiallah yang melatar belakanginya. Aku sadar, aku terlahir dari keluarga tak mampu, buat menyekolahkan aku saja susahnya minta ampun apalagi buat kuliah. Sejenak semangatku drop. Tinggal menunggu satu pengumuman lagi. “ Pengumuman Beasiswa Bidik misi”. Satu-satunya hal yang paling aku dambakan . Aku ingin kuliah seperti mereka, menjadi pendidik yang profesional bukan hanya mengedepankan pangkat, namun prestasi mengajar yang cemerlang. Aku ingin ituuu...
Kuceritakan semua pada bapakku. Tentang  beasiswa itu. Masa depanku ada pada beasiswa itu. “ bapak, bantuin doa yaa, semoga pengajuan beasiswaku diterima, amiin..” Bapak pun mengamininyaa...
Sebelum pengumuman, terlebih rumahku disurvey. Dari depan sampai belakang semuanya difoto. Rasa maluku sejenak terbuang, intinya yang penting beasiswaku diterima.” Inilah aku dan rumah keluargaku” adanya kaya gini. Pihak yang menyurvei pun saling bercanda tawa dengan keluargaku, mereka seolah bahagia berbincang dengan orang tuaku. Terlihat dari raut muka nya yag begitu indah.
Lagi lagi, kabar burung bermunculan. Pengumuman penerimaan beasiswa tak kunjung datang. Akupun bingung karena sebentar lagi sudah masuk masa orientasi. Nah, dua bulan setelah pengumuman snmptn undangan, pengumuman beasiswapun diumumkan. Alhamdulillah “ Diterima” . Mungkin hal ini biasa saja bagi mereka, namun bagiku hal ini adalah moment yang paling luar biasa yang bisa aku capai dan bisa menjadi kenangan untuk diceritakan kepada anak cucuku kelak. Sujud syukur pun kupanjatkan pada Alloh. Aku pengin nangis. Tatanggaku, pada nangis bahagia dengan moment ini. Banyak air mata berjatuhan. Aku bangga dengan diriku. Entah harus bagaimana lagi, aku mengucapkan syukur pada yang kuasa. Alloh telah mengabulkan apa pintaku.Aku berjanji pada diriku sendiri aku harus lebih baik lagi dan  menjadi insan yang berbakti pada agama, negeri dan bangsaku ini.
Berkat beasiswa bidik misi, aku bisa kuliah dan mengejar cita-citaku.. Terimakasih bidik misi. You is way to reach my ideal.

1 comment:

KONEKSI ANTAR MATERI KESIMPULAN DAN REFLEKSI MODUL 1.1

  Ki Hajar Dewantara merupakan sosok yang sangat pantas mendapatkan julukan sebagai Bapak Pendidikan. Beliau tidak pernah merasa putus asa u...