Wednesday, April 30, 2014

Hasil karya 10 menit

Perpisahan

Hari perpisahan antara kau dan kau saat mentari terbit di ufuk timur. Kau ucapkan kata yang tak sanggup kudengar. Pupus sudah rasa ibi. Aroma mawar di taman bungapun tak sewangi kala itu. Seakan merasakan perihnya hati ini ditinggal sang pujaan hati. Di taman ini, di pagi ini pula kusadari kumencintai dirimu. Aku tak sanggup menerima takdir ini. Kau kan pergi jauh dariku. Taman ini menjadi saksi bisu pertemuan perrtama dan kali ini yang terakhir untuk kita. Lusa kau kan pergi menuju tempat itu, tempat yang kau impikan sejak dulu. Spanyol.
Aku mencoba menerimanya dengan berat hati. Tetapi, apakah kau tahu?
Jiwa ragaku tak sanggup berpisah darimu, kasih. Terlalu berat kumerasakan cobaan ini. Haruskah kumengikutimu. Dan rasanya tak mungkin, aku di sini harus berjuang melawan derasnya tantangan tanpamu. Aku harus bisa meski kupendam gelora sakit ini. Rasanya baru kemarin kita dipersatukan dalam ikatan cinta, namun tak lama lagi kita kan berpisah jauh.
Kau hanya bilang, “ aku akan kembali 5 tahun silam, jagalah hatimu, rasakan rinduku yang selalu untuk mu dan nantikanlah pinanganku, sayang”..
Itu janjimu..
Aku terdiam seribu bahasa. Aku tak mampu menjawabnya. 5 tahun, bukanlah waktu yang sedikit. Lama lama
Apakah aku bisa menunggunya, sementara kini usiaku sudah dua lima tahun, 5 th lagi udah kepala tiga. Ya Rabb, tunjukkanlah jalan untuk hamba-Mu ini. Aku sedih jika cintaku tak berlabuh padanya, karena dia yang pertama merajut kasih putih di hati ini.
Ah, kau bingung. Bagaimana kelanjutan kisah ku dengannya. Tetap langgeng atau patah di tengah gelombang cinta. Cerita dan kisah cintaku dengannya terbatas oleh dua negara dna terrpisahkan oleh dalam dan luasnya samudera.

Aku takut diamengingkari janjinya walaupun , aku percaya dia takkan mungkin menghianati cinta tulusku. Kini, kau hanya bisa berdoa dan berharap semoga semua akan terasa indah pada akhirnya.

No comments:

Post a Comment

KONEKSI ANTAR MATERI KESIMPULAN DAN REFLEKSI MODUL 1.1

  Ki Hajar Dewantara merupakan sosok yang sangat pantas mendapatkan julukan sebagai Bapak Pendidikan. Beliau tidak pernah merasa putus asa u...