Wednesday, April 2, 2014

First....



Say “ alhamdulillahhirobbil ‘alamin”
Cerpen pertamaku termuat dalam antologi buku ini . rasanya kayak mimpi, pertama kali nyoba langsung goal. Antologi inilah yang mengawali karierku bergelut di dunia tulis menulia. Sebenernya dari dulu aku suka nulis, hanya saja rasa males selalu hadir di setiap langkahku bila hendak nulis; ada-ada aja godaannya. Tapi, dengan masuknya cerpenku dalam antologi ini aku semakin giat mau nulis fiksi. Enak tau, kita bebas berekspresi megunggjkpkan apa yang ada di pikiran kita lewat tulisan, tak perlu diatur oelh EYD karena ini fiksi. Bebas, mau menggunakan majas, mau dipadukan dengan bahasa lain juga boleh. Enak pokoknya. Kali ini  saya baru menyadari, bergabung dengan dunia nulis itu sesuatu sekali. Asyikk , mantapp..bisa punya buku sendiri.
Jaid inget ni, waktu itu temen kulaiku bilang
“ menulis itu lebih baik daripada ngomong. Karena apa jika kita ngomong , hanya orang yang ada di depan kita yang bisa mendengarnya, tapi kalau kita menulisnya, kita bisa memberikan manfaat untuk seluruh dunia’”
Aku suka kata-kata itu,bener banget. Kalau kita ngomong, kita juga tak selamanya ingat apa yang kita omongkan, tapi kalau kita menulisnya suatu saat kita buka , kita akan mengingatnya kembali. Ya gak???
Hal yang paling berkesan dari menulis itu ketika tulisan kita dimuat di media masa,buku, atau yang lain. Sepeerti udah kayak jadi penulis beneran lo, rasanya seseuatau bangett..nama kita tercantum dalam sebuah buku. Bersyukur sekali pokoknya. Bangga sama diri sendiri, karya sendiri bisa masuk buku. Insyaalloh, aku mau terjun dalam dunia penulis disamping profesi utamaku menjadi seorang guru SD. Walopun bukan penulis handal tapi setidaknya aku sudah berusaha membuka jendela dunia. Meski yang ditulis Cuma rasa galau melulu, curhat”an atau hal yang gak penting. Tapi aku senang. Suatu saat tulisan kita bermanfaat untuk kita pada akhirnya. Tepatnya untuk mengenang segala kejadian yang telah terlupakan. Hidupp calon-calon penulis muda ...
Nah, aku punya sebuah keinginna nih, kalo aku jadi guru kelak, aku pengin mengasah kemapuananak-anakku menulis. Supaya gak kaya aku, suka nulis tapi baru di usia tua baru dieksplor. Gak papa sii, tapiluamyan telat kalah start sama yang lain. Hehee
Giliran yang laian udah nyampe malang,aku aru di tegal. Haduuuhh
Tapi gak papa.
Tiada kata tua untuk belajar. Belajar menulis pastinya, berkarya dan kalo bisa nerbitin buku , novel sendiri..
Hehehhehehhehheh

Calon anak didikku, insyalloh dimanapauna ku mengajar kelak, aku ignin kalian lebih maju dari saya, aku berharpaa kalian dapat menggalai kemampan kalian sedini mungakin karena itu lebih baik daripada di usia tua baru digali. Heheheh

Semagat calon penulis muda, semangat calon guru profesional..
Semoga cerpen pertamaku ini menjadi awal yang baik untuk karya yang selanjutnya.
TIADA USAHA TIADA HASIL
USAHA, DOA DAN TAWAKAL PADA YANG ESA...
OKKkkk...
Calon pendidik masa depan dan calon penulis muda..



No comments:

Post a Comment

KONEKSI ANTAR MATERI KESIMPULAN DAN REFLEKSI MODUL 1.1

  Ki Hajar Dewantara merupakan sosok yang sangat pantas mendapatkan julukan sebagai Bapak Pendidikan. Beliau tidak pernah merasa putus asa u...