Say “
alhamdulillahhirobbil ‘alamin”
Cerpen pertamaku
termuat dalam antologi buku ini . rasanya kayak mimpi, pertama kali nyoba
langsung goal. Antologi inilah yang mengawali karierku bergelut di dunia tulis
menulia. Sebenernya dari dulu aku suka nulis, hanya saja rasa males selalu
hadir di setiap langkahku bila hendak nulis; ada-ada aja godaannya. Tapi,
dengan masuknya cerpenku dalam antologi ini aku semakin giat mau nulis fiksi.
Enak tau, kita bebas berekspresi megunggjkpkan apa yang ada di pikiran kita
lewat tulisan, tak perlu diatur oelh EYD karena ini fiksi. Bebas, mau
menggunakan majas, mau dipadukan dengan bahasa lain juga boleh. Enak pokoknya.
Kali ini saya baru menyadari, bergabung
dengan dunia nulis itu sesuatu sekali. Asyikk , mantapp..bisa punya buku
sendiri.
Jaid inget ni, waktu
itu temen kulaiku bilang
“ menulis itu lebih
baik daripada ngomong. Karena apa jika kita ngomong , hanya orang yang ada di
depan kita yang bisa mendengarnya, tapi kalau kita menulisnya, kita bisa
memberikan manfaat untuk seluruh dunia’”
Aku suka kata-kata
itu,bener banget. Kalau kita ngomong, kita juga tak selamanya ingat apa yang
kita omongkan, tapi kalau kita menulisnya suatu saat kita buka , kita akan
mengingatnya kembali. Ya gak???
Hal yang paling
berkesan dari menulis itu ketika tulisan kita dimuat di media masa,buku, atau
yang lain. Sepeerti udah kayak jadi penulis beneran lo, rasanya seseuatau
bangett..nama kita tercantum dalam sebuah buku. Bersyukur sekali pokoknya.
Bangga sama diri sendiri, karya sendiri bisa masuk buku. Insyaalloh, aku mau
terjun dalam dunia penulis disamping profesi utamaku menjadi seorang guru SD.
Walopun bukan penulis handal tapi setidaknya aku sudah berusaha membuka jendela
dunia. Meski yang ditulis Cuma rasa galau melulu, curhat”an atau hal yang gak
penting. Tapi aku senang. Suatu saat tulisan kita bermanfaat untuk kita pada
akhirnya. Tepatnya untuk mengenang segala kejadian yang telah terlupakan.
Hidupp calon-calon penulis muda ...
Nah, aku punya sebuah
keinginna nih, kalo aku jadi guru kelak, aku pengin mengasah
kemapuananak-anakku menulis. Supaya gak kaya aku, suka nulis tapi baru di usia
tua baru dieksplor. Gak papa sii, tapiluamyan telat kalah start sama yang lain.
Hehee
Giliran yang laian
udah nyampe malang,aku aru di tegal. Haduuuhh
Tapi gak papa.
Tiada kata tua untuk
belajar. Belajar menulis pastinya, berkarya dan kalo bisa nerbitin buku , novel
sendiri..
Hehehhehehhehheh
Calon anak didikku,
insyalloh dimanapauna ku mengajar kelak, aku ignin kalian lebih maju dari saya,
aku berharpaa kalian dapat menggalai kemampan kalian sedini mungakin karena itu
lebih baik daripada di usia tua baru digali. Heheheh
Semagat calon penulis
muda, semangat calon guru profesional..
Semoga cerpen
pertamaku ini menjadi awal yang baik untuk karya yang selanjutnya.
TIADA USAHA TIADA
HASIL
USAHA, DOA DAN
TAWAKAL PADA YANG ESA...
OKKkkk...
Calon pendidik masa
depan dan calon penulis muda..

No comments:
Post a Comment