Aku terdiam dalam harap. Manangis
dalam rindu. Tertawa dalam duka. Tersenyum dalam kepalsuan. Aku sedih, tapi aku
tak mau seluruh dunia tahu kesedihanku. Aku galau, tak kusangka kau telah
memilih dia sebagai kekasihmu. Tahukah kamu, aku mencintaimu sudah dari dulu
sebelum dia mencintaimu. Sayangnya, kamu
pura-pura tak tahu. Iya, kamu berpura-pura. Aku tahu kamu sudah tahu
bagaimana perasaanku padamu. Tapi, kamu tak mau mengetahuinya, ya kan?
Kamu juga tahu, kekasihmu saat
ini itu sahabatku. Sahabatku, juga sahabatmu. Namun, kau seolah tak mau tahu .Iyalah,
aku sadar cinta tak bisa dipaksakan dan perasaan juga tak mampu berbohong.
Kalau kamu tanya, aku mencintaimu
dari kapan ? pasti kamu iba mendengarnya. Kalo boleh jujur, aku mencintaimu
sejak dari dulu, sejak kita dipertemukan dalam sebuah kelas yang sama. Saat
itulah, benih-benih cinta ini tumbuh dengan suburnya. Setiap hari, tak
bosan-bosannya kutatapi wajahmu dari kejauhan, tanpa kau tahu. aku mencuri-curi
waktu yang tepat untuk memandangmu. Walaupun sebentar, rasanya sudah plong. Kau
penyemangatku waktu itu.
Kamu tahu? jantung ini rasanya
mau copot ketika kamu memanggil namaku dan tersenyum padaku. Aku tak sanggup
berdiri tegak. Rasanya mau pingsan. Bibir ini gemetaran tiap kali ngomong sama
kamu, makannya kau jarang banget kan menyapamu, padahal kalau kamu tahu,
sebenarnya aku ingin sekali ngobrol lepas denganmu. Berbincang-bincang seperti
teman yang lain tanpa keraguan dan kecanggungan. Ah, semua sudah berlalu, waktu
tak mungkin bisa diputar lagi. Andai bisa kuputar waktu, hal pertma yang ingin
kulakukan, aku ingin mendekatimu sebagai sosok yang tak canggung lagi
menyapamu. Rasanya tak mungkin. Waktu bukan seperti jarum jam yang bisa kita
putar seenaknya, dia selalu berputar maju tanpa melihat ke belakang. Hmmm...
Kamu tahu? kenapa aku
mengagumimu? Aku kagum dengan sosokmu. Kamu tuh beda dari cowo yang lain.
Pendiam, pinter, gak neko-neko alias apa adanya, cuek dan lumayan ganteng. Aku
tak bohong, jujur nii. Bukan karena aku mencintaimu juga, tapi aku jujur dari
hatiku. Kekurangan yang kau miliki seolah pudar di mataku. Aku tahu, suaaramu
tak sejantan rupamu. Tapi aku mampu menerimanya. Semua terasa baik dan indah di
mataku. Karena aku mencintaimu. Mungkin cinta itu buta, yaa ? buta. Tapi
bagiku, cinta tak mungkin buta ketika kita membuka mata hati kita. Buta untuk
mata kita, tapi tidak untuk hati kita.
Mungkin seluruh teman cewe di kelas tahu aku
mencintaimu, termasuk kekasihmu itu. Jelas dia tahu banget, tingahku udah jelas
banget kalo aku memendam rasa yang tak biasa untukmu. Sayang, waktu berjalan
semakin cepat, hingga akhirnya kita dipisahkan karena kau memilih sekolah
tingkat atas yang berbeda denganku. Tiga tahun bersamamu membuatku semakin
sadar aku benar- benar mencintaimu. Apalagi perpisahan dalam waktu yang lama
ini, aku harus bisa menjaga hati untukmu walaupun aku tak tahu keputusanmu pada
akhirnya jika kuungkapkan rasa itu. Tapi setidaknya kau sudah mencoba
mempertahankan status jombloku untukmu.
Waktu yang lama tanpa ada kontak sama
sekali, tahun pertama kita berpisah, tak sedikitpun kumelihat sosokmu. Entah
kemana kau, padahal sekolahanku dekat dengan rumahmu, tapi tak pernah
kumelihatmu. Tiap kumelewati rumahmu selalu kutengok dan berharap kau ada di
teras rumah dan aku bisa melihatmu dari kejauhan. Hmm, harapanku selalu kosong,
tak pernah terwujud, kau tak pernah ada.
Hmm, kau tahuaAku seneng sekali, ketika teman-teman mengadakan acara reuni kelas di
tahun pertama. Aku berharap bertemu kamu. Dengan semangat kulangkahkan kakiku,
tapi kamu tak bisa hadir. Rasa kecewa mebasahi jiwaku. Aku kecewa. Sedikit
melamun untuk melupakanmu, tapi sungguh tak bisa. Kau telah membawaku tenggelam
dalam hatimu. Itu perasaanku saja, beda denganmu. Kecewa sejenak dan akhirnya
akupun tak menggapnya sebuah masalah besar . aku kembali mengagumimu. Tak perlu
kuhiraukan rasa keecewa itu. Karena cinta ini sungguh untukmu, cinta ini yang
mampu mengalahkan segalanya. Kekuatan cintaku padamu begitu besar. Seluas
samudera dan setinggi langit di angkasa. Hahahha terlalu berlebihan yaaa...
pokoknya seperti itulah..
Tahun kedua. Aku , masih setia
menantimu. Menutup hati untuk dicintai orang lain, karena aku pikir hanya kamu
yang cocok mendapatnkannya. Tapi, rasa itu mulai kacau balau ketika ada seorang
adek kelasku mengungkapkan perasaannya padaku. Dia bilang dia mencintaiku. Ahh,
aku galau. Galau karena kamu tak pasti dan aku sedikit lelah memperjuangkan
cinta ynag semu. Aku takut patah hati karenamu. Aku terhipnotis dengan adek
kelasku. Sedikit demi sedikit hati ini yang sudah terkunci oleh hatimu. Mulai luntur
dan luluh olehnya. Dia sedikit mengajarkanku, mengejar cinta yang tak pasti
ibarat mencari jarum dalam jerami. Aku tak bisa menolaknya karena aku berharap
dia mampu membuatku melupakanmu. Hubungan kita berjalan layaknya waktu yang
terus berputar. Tak ada konflik yang mendalam, tak ada acara pergi keluar
bareng, takada acara apel-apelan, tak aca acara ketemuan, tak ada acara
jemput-jemputan, takada acara dua-duaan. Pokoknya datar deh. Aku tahu aku
salah, tapi gimana lagi aku baru pertama pacaran dan aku tak mau berbuat yang
aneh-aneh. Aku ingin semaunya biasa saja. Tak perlu berlebihan.
Mungkin itulah yang membuat hubungan kami tak
seindah pertama bertemu. Dia menjauh dan tak ada kabar. Dan kabar terakhir yang
kudapat dia selingkuh. Alngsung saja kuputuskan dia detik itu juga. Aku sedih.
Rasanya sudah tak pengin pacaran. Pacran
pertama kali sudah membuatku trauma . singkat dan tak lebih dari umur jagung.
Huammm..
Sempet aku nangis ketika mendengar dia selingkuh
dengan adek kelasku juga. “ Jahat “ batinku. Aku semakin sadar, cinta yang tak
dari hati tak akan kekal sampai batas waktu. Cinta yang karena pelarian juga tak akan bertahan lama. kamipun putus .
Aku kembali menyadari, kamulah pemilik hati ini.
Tak ada yang lain. Hanya kau yang pertama dan utama untukku. Sudah kucoba
melupakanmu, tapi apa hasilnya aku tak bisa. Orang lain hanya pelarian bagiku
karena kamu tak memberi harapan pasti untukku. Akhirnya, akupun bertekad
mempertahankan kembali cinta tak pasti ini.
Tahun ketga, keempat dan kelima. Genap lima tahun
aku berpisah denganmu. Hingga kau dan aku sudah memasuki dunia kerja, rasa ini
masih ada untukmu dan tetap sama seperti dahulu. Aku menggagumimu penuh arti.
Dan lagi lagi kamu juga masih sama seperti dahulu. Harapan tak pasti.
Sudah biasa dan sangat terbiasa untukku karena
sudah dari dulu masih seperti ini. Aku terhipnotis sangat lama denganmu.
Untungnya, dua tahun terakhir kamu ada kabar walaupun hanya malalui jejaring
sosial, facebook. Tapi, aku senang karena bisa memantau perkembanganmu. Tidak
seperti waktu SMA tak ada kabar sama sekali. Malalui fb, akupun bisa melihat
sosokmu yang semakin gagah. Semakin
dewasa.
Bahagia sii, tpi rela bagi-bagi. Ehheheh
Kebahagiaanku tak berlangsung lama. Ketika sahabat
dekatku memberi tahu sebuah hal yang membuatku galau tingkat akut. Dia bilang,
kau dekat dnegan sahabatku sendiri. Kamu pergi ke pantai dengannya. Tapi, aku
masih belum percaya akan kedekatanmu dengannya. Aku tak menghiraukannya. Sebulan
berlalu. Aku curiga, perkataan sahabtaku beneran. Karena kamu semakin terlihat
dekat dengannya. Kuliaht kausering berbalas koment dengnnya. Aku penasaran
dengan hubungan mu dengnnya. Aku memberanikan segenap jiwa raga bertanya
padamu. Dan kamu bilang IYA . rasanya pengin nangis guling-guling. Perasaanku
ambrul adul tak karuan. Kau membuatku semakin lemah tak berdaya. Rasa yang
telah kujaga bertahun-tahun terkikiskan oleh duka mendalam dan sangat dalam
bagiku.
Aku membencimu, tapi tak bisa. Aku tak percaya kau
memilih dia , sahabatku sendiri menjdi kekasihmu. Bisa dibayangkan sedihnya ,
hancurnya hatiku kayak apa. Mungkin kayak gunung meletus kali. Super duper
sedih.. tak tahu kemana lagi kuharus melangkah, haruskah kublokir fb mu dari pertemananku.
Ooh, tidak
Aku tak bisa mendendamu, cinta tak bisa
dipaksakan, aku harus memahaminya. Haruss...
Aku merelakanmu dalam ucapan tapi hati tak seindah
kata-kataku. Aku masih mengaharapkanmu sampai saat ini. Walaupun hatiku sering
terbakar api cemburu ketika melihatmu muncul di berandaku bersamanya. Aku sakit
dan aku cemburu..
Cinta bertepuk sebelah tangan. Aku berharap kamu
bahagia dengannya, tapi itu bohong karena mata dan hati kita pasti tak mampu
melihat orang yang kita cinta bahagia dengan yang lain.
Tak tahu harus gimana lagi, sudah terlanjur cinta
padamu. Aku hanya berdoa kapada sang maha esa, jiak kamu jodohku pasti kita kan
dipersatukan kelak dalam ikatan sakral sebuah pernikahan. Dan jika kita tidak
disatukan di dunia ini, aku berharap kelak di akhirat kita bisa bertemu lagi.
Tembusan:
Kisah ini insyaalloh nyata dan tidak direkayasa.
Special untukmu sahabat terkasihku, RUSTI NUSANTI. Aku tahu perasaanmu gimana
mengetahui dia jadian sama dia. Pasti sakit. Tapi, kamu harus bangkit dari
kefatalan cinta. Yakinlah kalau dia jodohmu kelak juga akan berada di
pangkuanmu. Okk..
Saat ini, yang penting adalah memperbaiki ucapan,
tondakan dan ibadah kita dahulu. Katanya mau jadi wanita sholekhah. Hehehee
Insyaalloh, suatu saat Alloh akan menurunkan pria
idaman kita yang akan menemani kehidupan kita sampai akhir hayat. Amin, amin
amin..
Semangat kawan.
Pesenku untukmu :
Aku di sini selalu berusaha ada untukmu, walau
jarak kita jauh dan mungkin kita hanya bertemu setahun sekali. Tapi, hal itu
tak akan meruntuhkan persahabatan kita. Karena jarak tak menjadi penghalang dan
waktu tak akan pernah menentang persahabatan kita. Aku yakin karena aku tahu
kamu dan kamupun tahu aku. Heheheh
Udah dulu yaa, pegel nii.maaf baru sempet ngirim. Kagak
ada modem sii...
Wassalamuaalaikum..
No comments:
Post a Comment