Wednesday, April 2, 2014

Ketika cinta memilih


Aku terdiam dalam harap. Manangis dalam rindu. Tertawa dalam duka. Tersenyum dalam kepalsuan. Aku sedih, tapi aku tak mau seluruh dunia tahu kesedihanku. Aku galau, tak kusangka kau telah memilih dia sebagai kekasihmu. Tahukah kamu, aku mencintaimu sudah dari dulu sebelum dia mencintaimu. Sayangnya, kamu  pura-pura tak tahu. Iya, kamu berpura-pura. Aku tahu kamu sudah tahu bagaimana perasaanku padamu. Tapi, kamu tak mau mengetahuinya, ya kan?
Kamu juga tahu, kekasihmu saat ini itu sahabatku. Sahabatku, juga sahabatmu. Namun, kau seolah tak mau tahu .Iyalah, aku sadar cinta tak bisa dipaksakan dan perasaan juga tak mampu berbohong.
Kalau kamu tanya, aku mencintaimu dari kapan ? pasti kamu iba mendengarnya. Kalo boleh jujur, aku mencintaimu sejak dari dulu, sejak kita dipertemukan dalam sebuah kelas yang sama. Saat itulah, benih-benih cinta ini tumbuh dengan suburnya. Setiap hari, tak bosan-bosannya kutatapi wajahmu dari kejauhan, tanpa kau tahu. aku mencuri-curi waktu yang tepat untuk memandangmu. Walaupun sebentar, rasanya sudah plong. Kau penyemangatku waktu itu.
Kamu tahu? jantung ini rasanya mau copot ketika kamu memanggil namaku dan tersenyum padaku. Aku tak sanggup berdiri tegak. Rasanya mau pingsan. Bibir ini gemetaran tiap kali ngomong sama kamu, makannya kau jarang banget kan menyapamu, padahal kalau kamu tahu, sebenarnya aku ingin sekali ngobrol lepas denganmu. Berbincang-bincang seperti teman yang lain tanpa keraguan dan kecanggungan. Ah, semua sudah berlalu, waktu tak mungkin bisa diputar lagi. Andai bisa kuputar waktu, hal pertma yang ingin kulakukan, aku ingin mendekatimu sebagai sosok yang tak canggung lagi menyapamu. Rasanya tak mungkin. Waktu bukan seperti jarum jam yang bisa kita putar seenaknya, dia selalu berputar maju tanpa melihat ke belakang. Hmmm...
Kamu tahu? kenapa aku mengagumimu? Aku kagum dengan sosokmu. Kamu tuh beda dari cowo yang lain. Pendiam, pinter, gak neko-neko alias apa adanya, cuek dan lumayan ganteng. Aku tak bohong, jujur nii. Bukan karena aku mencintaimu juga, tapi aku jujur dari hatiku. Kekurangan yang kau miliki seolah pudar di mataku. Aku tahu, suaaramu tak sejantan rupamu. Tapi aku mampu menerimanya. Semua terasa baik dan indah di mataku. Karena aku mencintaimu. Mungkin cinta itu buta, yaa ? buta. Tapi bagiku, cinta tak mungkin buta ketika kita membuka mata hati kita. Buta untuk mata kita, tapi tidak untuk hati kita.
Mungkin seluruh teman cewe di kelas tahu aku mencintaimu, termasuk kekasihmu itu. Jelas dia tahu banget, tingahku udah jelas banget kalo aku memendam rasa yang tak biasa untukmu. Sayang, waktu berjalan semakin cepat, hingga akhirnya kita dipisahkan karena kau memilih sekolah tingkat atas yang berbeda denganku. Tiga tahun bersamamu membuatku semakin sadar aku benar- benar mencintaimu. Apalagi perpisahan dalam waktu yang lama ini, aku harus bisa menjaga hati untukmu walaupun aku tak tahu keputusanmu pada akhirnya jika kuungkapkan rasa itu. Tapi setidaknya kau sudah mencoba mempertahankan status jombloku untukmu.
Waktu yang lama tanpa ada kontak sama sekali, tahun pertama kita berpisah, tak sedikitpun kumelihat sosokmu. Entah kemana kau, padahal sekolahanku dekat dengan rumahmu, tapi tak pernah kumelihatmu. Tiap kumelewati rumahmu selalu kutengok dan berharap kau ada di teras rumah dan aku bisa melihatmu dari kejauhan. Hmm, harapanku selalu kosong, tak pernah terwujud, kau tak pernah ada.
Hmm, kau tahuaAku seneng sekali, ketika  teman-teman mengadakan acara reuni kelas di tahun pertama. Aku berharap bertemu kamu. Dengan semangat kulangkahkan kakiku, tapi kamu tak bisa hadir. Rasa kecewa mebasahi jiwaku. Aku kecewa. Sedikit melamun untuk melupakanmu, tapi sungguh tak bisa. Kau telah membawaku tenggelam dalam hatimu. Itu perasaanku saja, beda denganmu. Kecewa sejenak dan akhirnya akupun tak menggapnya sebuah masalah besar . aku kembali mengagumimu. Tak perlu kuhiraukan rasa keecewa itu. Karena cinta ini sungguh untukmu, cinta ini yang mampu mengalahkan segalanya. Kekuatan cintaku padamu begitu besar. Seluas samudera dan setinggi langit di angkasa. Hahahha terlalu berlebihan yaaa... pokoknya seperti itulah..
Tahun kedua. Aku , masih setia menantimu. Menutup hati untuk dicintai orang lain, karena aku pikir hanya kamu yang cocok mendapatnkannya. Tapi, rasa itu mulai kacau balau ketika ada seorang adek kelasku mengungkapkan perasaannya padaku. Dia bilang dia mencintaiku. Ahh, aku galau. Galau karena kamu tak pasti dan aku sedikit lelah memperjuangkan cinta ynag semu. Aku takut patah hati karenamu. Aku terhipnotis dengan adek kelasku. Sedikit demi sedikit hati ini yang sudah terkunci oleh hatimu. Mulai luntur dan luluh olehnya. Dia sedikit mengajarkanku, mengejar cinta yang tak pasti ibarat mencari jarum dalam jerami. Aku tak bisa menolaknya karena aku berharap dia mampu membuatku melupakanmu. Hubungan kita berjalan layaknya waktu yang terus berputar. Tak ada konflik yang mendalam, tak ada acara pergi keluar bareng, takada acara apel-apelan, tak aca acara ketemuan, tak ada acara jemput-jemputan, takada acara dua-duaan. Pokoknya datar deh. Aku tahu aku salah, tapi gimana lagi aku baru pertama pacaran dan aku tak mau berbuat yang aneh-aneh. Aku ingin semaunya biasa saja. Tak perlu berlebihan.
Mungkin itulah yang membuat hubungan kami tak seindah pertama bertemu. Dia menjauh dan tak ada kabar. Dan kabar terakhir yang kudapat dia selingkuh. Alngsung saja kuputuskan dia detik itu juga. Aku sedih. Rasanya  sudah tak pengin pacaran. Pacran pertama kali sudah membuatku trauma . singkat dan tak lebih dari umur jagung. Huammm..
Sempet aku nangis ketika mendengar dia selingkuh dengan adek kelasku juga. “ Jahat “ batinku. Aku semakin sadar, cinta yang tak dari hati tak akan kekal sampai batas waktu. Cinta yang karena pelarian  juga tak akan bertahan lama. kamipun putus .
Aku kembali menyadari, kamulah pemilik hati ini. Tak ada yang lain. Hanya kau yang pertama dan utama untukku. Sudah kucoba melupakanmu, tapi apa hasilnya aku tak bisa. Orang lain hanya pelarian bagiku karena kamu tak memberi harapan pasti untukku. Akhirnya, akupun bertekad mempertahankan kembali cinta tak pasti ini.
Tahun ketga, keempat dan kelima. Genap lima tahun aku berpisah denganmu. Hingga kau dan aku sudah memasuki dunia kerja, rasa ini masih ada untukmu dan tetap sama seperti dahulu. Aku menggagumimu penuh arti. Dan lagi lagi kamu juga masih sama seperti dahulu. Harapan tak pasti.
Sudah biasa dan sangat terbiasa untukku karena sudah dari dulu masih seperti ini. Aku terhipnotis sangat lama denganmu. Untungnya, dua tahun terakhir kamu ada kabar walaupun hanya malalui jejaring sosial, facebook. Tapi, aku senang karena bisa memantau perkembanganmu. Tidak seperti waktu SMA tak ada kabar sama sekali. Malalui fb, akupun bisa melihat sosokmu yang semakin gagah.  Semakin dewasa.
Bahagia sii, tpi rela bagi-bagi. Ehheheh
Kebahagiaanku tak berlangsung lama. Ketika sahabat dekatku memberi tahu sebuah hal yang membuatku galau tingkat akut. Dia bilang, kau dekat dnegan sahabatku sendiri. Kamu pergi ke pantai dengannya. Tapi, aku masih belum percaya akan kedekatanmu dengannya. Aku tak menghiraukannya. Sebulan berlalu. Aku curiga, perkataan sahabtaku beneran. Karena kamu semakin terlihat dekat dengannya. Kuliaht kausering berbalas koment dengnnya. Aku penasaran dengan hubungan mu dengnnya. Aku memberanikan segenap jiwa raga bertanya padamu. Dan kamu bilang IYA . rasanya pengin nangis guling-guling. Perasaanku ambrul adul tak karuan. Kau membuatku semakin lemah tak berdaya. Rasa yang telah kujaga bertahun-tahun terkikiskan oleh duka mendalam dan sangat dalam bagiku.
Aku membencimu, tapi tak bisa. Aku tak percaya kau memilih dia , sahabatku sendiri menjdi kekasihmu. Bisa dibayangkan sedihnya , hancurnya hatiku kayak apa. Mungkin kayak gunung meletus kali. Super duper sedih.. tak tahu kemana lagi kuharus melangkah, haruskah kublokir fb mu dari pertemananku. Ooh, tidak
Aku tak bisa mendendamu, cinta tak bisa dipaksakan, aku harus memahaminya. Haruss...
Aku merelakanmu dalam ucapan tapi hati tak seindah kata-kataku. Aku masih mengaharapkanmu sampai saat ini. Walaupun hatiku sering terbakar api cemburu ketika melihatmu muncul di berandaku bersamanya. Aku sakit dan aku cemburu..
Cinta bertepuk sebelah tangan. Aku berharap kamu bahagia dengannya, tapi itu bohong karena mata dan hati kita pasti tak mampu melihat orang yang kita cinta bahagia dengan yang lain.
Tak tahu  harus gimana lagi, sudah terlanjur cinta padamu. Aku hanya berdoa kapada sang maha esa, jiak kamu jodohku pasti kita kan dipersatukan kelak dalam ikatan sakral sebuah pernikahan. Dan jika kita tidak disatukan di dunia ini, aku berharap kelak di akhirat kita bisa bertemu lagi.









Tembusan:
Kisah ini insyaalloh nyata dan tidak direkayasa. Special untukmu sahabat terkasihku, RUSTI NUSANTI. Aku tahu perasaanmu gimana mengetahui dia jadian sama dia. Pasti sakit. Tapi, kamu harus bangkit dari kefatalan cinta. Yakinlah kalau dia jodohmu kelak juga akan berada di pangkuanmu. Okk..
Saat ini, yang penting adalah memperbaiki ucapan, tondakan dan ibadah kita dahulu. Katanya mau jadi wanita sholekhah. Hehehee
Insyaalloh, suatu saat Alloh akan menurunkan pria idaman kita yang akan menemani kehidupan kita sampai akhir hayat. Amin, amin amin..
Semangat kawan.
Pesenku untukmu :
Aku di sini selalu berusaha ada untukmu, walau jarak kita jauh dan mungkin kita hanya bertemu setahun sekali. Tapi, hal itu tak akan meruntuhkan persahabatan kita. Karena jarak tak menjadi penghalang dan waktu tak akan pernah menentang persahabatan kita. Aku yakin karena aku tahu kamu dan kamupun tahu aku. Heheheh
Udah dulu yaa, pegel nii.maaf baru sempet ngirim. Kagak ada modem sii...


Wassalamuaalaikum..

No comments:

Post a Comment

KONEKSI ANTAR MATERI KESIMPULAN DAN REFLEKSI MODUL 1.1

  Ki Hajar Dewantara merupakan sosok yang sangat pantas mendapatkan julukan sebagai Bapak Pendidikan. Beliau tidak pernah merasa putus asa u...