Assalamualaikum
wr.wb
Hai kk
wp, kabarnya sehat kan? semoga selalu dalam perlindungan-Nya.amin..
Seperti yang telah disepakati sebelumnya, aku mau
jawab semua pertanyaan itu dan kali ini khusus untuk kakak.
“Tak ada
gading yang tak retak, begitupun tak ada manusia yang sempurna”
Bismillahirrohmanirrokhim..
Siapakah
aku??
Aku siti ma’sumah, 21 tahun lalu aku
dilahirkan di kota yang sangat istimewa di hidupku “ kebumen”. Biasanya kalau
di rumah aku dipanggil sumah, tapi kalau di kampus dipanggilnya siti. Aku enjoy
aja dipanggil apa aja yang penting gak nyeleweng-nyeleweng banget dari namaku.
Aku
dilahirkan dari rahim seorang Ibu yang sangat berarti dalam hidupku ”Ibu
Toyibah”. Beliaulah Ibu yang selalu memotivasiku
untuk semangat menjalani hidup yang berlika-liku ini. dan bapakku bernama
“sarjuni”, tanpa beliau aku tak mungkin terlahir di dunia ini. Beliaulah orang
yang selalu mengajariku ilmu agama dan mengajariku arti sebuah usaha dan
perjuangan hidup. Aku bahagia terlahir dari kedua orang tua seperti mereka. Aku
mempunyai 2 orang adik yang bener-bener membuatku tambah dewasa. Aku dituntut
oleh diriku sendiri harus bisa menjadi kakak yang membuat mereka bangga.
Mungkin karena itulah aku menjadi dewasa seperti saat ini.
Keluargaku
bisa dikatakan keluarga yang sederhana dengan tingkat ekonomi menengah ke
bawah. Bapakku bekerja sebagai buruh di desa dan kadang-kadang menjual bekatul
di pasar. Sedangkan ibuku, seorang ibu rumah tangga yang merangkap sebagai
pengrajin anyaman. Ya begitulah, bisa dibayangkan berapa pendapatan orang
tuaku. Mungkin kalau aku tidak mendapatkan beasiswa, aku tak bisa mengenyam
pendidikan di bangku kuliah. Beruntung,
aku bisa meringankan sedikit beban mereka untuk pendidikanku. Mereka
selalu berharap kehidupan anaknya lebih baik dari hidup mereka. Dan aku sebagai
anak sulung selalu memikirkan harapan mereka. Aku ingin sebelum aku berumah
tangga, aku bisa memberikan sesuatu yang berharga bagi hidup mereka. Entah apa
wujudnya. Walaupun mereka sama sekali tak mengharapkan apapun dari anaknya,
mereka hanya ingin anak-anaknya sukses dan masa depannya cerah.
Orang
tuaku selalu mendidik dengan hati. Begini maksudnya, mereka tak pernah main
tangan sedikitpun pada anak-anaknya. Mereka lebih menekankan pendidikan dalam
hal agama. Pokoknya bagi mereka agama nomor satu. Pendidikan nomor dua, karena
dengan berbekal ilmu agama terlebih dahulu, anak akan tahu baik buruknya
perilaku dan pantas tidaknya perilaku yang lain ditiru. Aku setuju dengan
perspektif mereka. Setiap hari mualai petang, ayah dan ibu pergi ke mushola, aku
dan kedua adikku pun tak bisa menolak tindakannya. Kami sekeluarga pergi ke
mushola. Biasanya ibu pulang duluan, sedangkan bapak mengajari ngaji anak-anak
yang mau ngaji. Walaupuan demikian, bukan berarti pendidikan tidak utama ya,
mereka juga memikirkan pendidikan kami. Walaupun mereka tak bisa turut serta
membantu jikalau ada tugas rumah. Namun setidaknya mereka selalu menyuruh
anaknya untuk belajar setelah dari mushola. Ya bagitulah keadaan keluargaku
yang sangat sederhana.
Desaku
adalah desa tanjungsari, terkenal dengan desa yang agamis. Ya, memang begitu.
99% warganya beragama islam. Dan di desaku pula terdapat MI, MTS, MA dan pondok
pesantren. Warganya beraneka macam. Walaupun agamis, namun masyarakatnya tetap
seperti masyarakat biasa dan sesuai dengan perkembangan zaman. Alhamdulillah,
aku hidup di desa itu. lingkungan masyarakatnya cenderung baik dan tidak
neko-neko. Sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai pengrajin
anyaman. Inilah yang sangat khas dari desaku, jarang dijumpai di desa-desa
lain. Lingkungan pergaulannya,
tergantung blok-bloknya. Kalau di blok ku, kuakui lingkungannya baik dan patut
dicontoh. Masyaraktnya mengajarkan tata cara bertata krama dan sopan santun
kepada orang lain. Bahu-membahu merigankan beban orang lain, misalnya yang
sedang punya hajat. Namun remajanya jarang ngumpul-ngumpul, kebanyakan sibuk
dengan urusan pribadinya dan sebagian besar yang seumuranku sudah berkeluarga.
Jujur, aku jarang bergaul dengan remaja di desaku, ya alesannya karena
kesibukan dengan urusan masing-masing. Walaupun demikian, ya tetep saling
mengenal dan setidaknya saling menyapa ketika berpapasan.
Bagaimanakan
aku...?
Aku
bingung dengan sifat baik yang kumiliki, entah apa. Teman-teman sih ngomongnya
aku orang baik. Katanya aku memiliki akhlak-akhlak terpuji yang tak banyak
orang memilikinya. Apa iya ya??
Aku
ngerasanya aku melakukan semua itu karena kebiasaan di keluargaku. Mungkin dari
sisi itu aku memiliki sifat yang mudah memaafkan orang lain, gak pemarah, lembut,
bisa ngontrol emosi, dewasa, mengerti keadaan orang lain, enak dijadiin teman
curhat, gak enakan, pemalu, mandiri dsb. Gitu mungkin sifatku. Aku ngerasanya
hanya pribadi sederhana yang melakukan sesuatu karena kesederhanaan dan
berharap dari yang sederhana ini tak membuat orang lain benci denganku. Aku tak
ingin dibenci walau hanya oleh satu orang. Aku yakin kakak pasti sedikit demi
sedikit tahu sifat baikku kan.. hehe #Keep smile J
Bicara
sifat buruk nampaknya aku memiliki banyak sifat buruk. Ya, bukan manusia
namanya kalau tak memiliki sifat buruk.
*sulit
percaya lagi kepada orang yang telah mengecewakanku
Gak tahu
kenapa aku kalau udah dikecewain, sulit banget menerima orang itu kembali di
hidupku. Walau jiwa raga sudah memaafkan dan kata maaf sudah di terima. Tapi,
kau tetap saja belum bisa menerima orang itu kembali.
*emosi
dalam diam
Ya aku
sering emosi, tapi hanya dalam diam tanpa terucap oleh lisan ini. Aku takut
melukai perasaan orang lain. Makannya aku lebih baik diam seribu bahasa. Biasanya
sifat ini muncul ketika aku merasa keadaan yang kuharapkan tak sesuai hati.
Begini misalnya: sewaktu bersih-bersih kost, aku kadang emosi dengan
teman-teman kostku. Kenapa? Mereka tak pernah mengajakku bersih-bersih. Aku
yang harus memulainya dulu. Dan jika tidak dimulai, tak ada yang berinisiatif memulainya. Ya, aku tahu,
punya inisiatif harus tanggung jawab dengan segalanya. Itu sudah biasa.
Biasanya kalau bersih-bersih akulah yang memulai dulu dan selesai terakhir
sendiri. Aku tak mau memerintah mereka. Aku hanya mengajaknya. Kalaupun mereka
gak mau, kayaknya aku bisa menyelesaikannya sendiri. Aku membiarkannya mereka
sadar sendiri, lagian sudah sama-sama dewasa. Pasti pahamlah. Selain
bersih-bersih kost, ada yang lain misalnya kalau mau puasa sunnah, paginya kan
sahur. Otomatis masak kan? Goreng telor apa apa. Nah, itu pula yang sering
buatku emosi. Kadang mereka gak mikir mau sahur sama apa, yang mikiri cuma aku
sama lilis, kanca kostku. Aku sama dia udah beli telore. Seharusnya kan yang
masak gantian to. Nah itu enggak kk, yang masak kalau gak aku ya dia. kalau aku
yang merajik bumbunya, ya dia yang masak. Ada yang bangunnya pagi, tapi
tahajudnya lama banget. Baik sih baik tapi juga mau sahur kan, seharusnya gak
perlu lama-lama kalau dah cukup ya udah. Terus ada yang bangunnya tinggal sahur
aja, kayak di rumah sendiri. kadang aku mencoba tetap tersenyum walaupun dalam
hati, emosiku berkobar. Tapi, mereka tetap temanku. Aku gak mau mereka tahu
emosiku ini. aku berusaha memendamnya, namun terkadang aku sudah tak sanggup
kk, akhirnya aku curhat sama lilis, dan diapun merasakan hal yang sama
denganku. Ternyata, sehati dia denganku. Aku hanya berharap aku bisa mengontrol
emosiku ini.
*aku
ingin dimengerti tanpa harus memberi tahu
Mungkin
setiap perempuan memiliki sifat ini. kalau dipikir-pikir sifat inilah yang
melatar belakangi timbulnya sifat emosiku dalam diam.
*gak
sabaran
Biasanya
sifat ini muncul ketika aku harus menunggu orang lain. Misalnya janjian mau
ngumpul-ngumpul ternyata orang yang ditunggu-tunggu ga dateng-dateng. Jadinya
ya tingat kesabaranku menurun drastis, yang awalnya mau sabar menunggu, jadi
gak sabar.
Mungkin
itulah sebagian kecil sifat burukku dan aku sendiri yakin masih banyak
kekuranganku yang belum aku temui. Seiring berjalannya waktu pasti kamu tahu
apa sifat burukku.
Kebiasaan
baik
Setiap
orang punya kebiasaan baik, begitupun aku.
#
insyaalloh, sholat wajib tepat waktu.
# sholat
sunnah lagi berusaha istiqomah, baik dhuha maupun tahajud.
#puasa
sunnah sudah mulai istiqomah. Walau kadang kalau di rumah agak malesnya dikit,
tapi aku berusaha melawan hasutan syetan. Puasa sunnah sudah menjadi
kebiasaanku semenjak SMA kelas 3, dan kebiasaan puasa sunnahku mulai istiqomah
ketika aku dinyatakan beasiswaku diterima. Aku ingin membalas karunia yang
telah Alloh berikan kepadaku.
#
mengerjaan tugas tepat waktu
Kebiasaan
ini sudah tertanam di jiwaku sejak kecil. Karena orang tuaku selalu
mengajarkanku untuk belajar mandiri. Jangan menggantungkan pada orang lain.
Mereka ada ketika kamu ada di samping mereka, dan jikalau mereka tak ada, kamu
hanya makhluk yang sendiri. Begitulah. Biasanya teman-teman melihat tugasku dan
tak jarang mereka meminta dijelaskan lagi penjelasan dosen.
# bersih-bersih
kost maupun rumah
Kalau
melihat keadaan kost dan rumah yang gak rapi, penginnya ya ngerbersihin gitu.
Rasanya gak tenang aja kalau belum dibersihin. Apalagi kalau mau negrjain
tugas, kudu rapi dulu semuanya. Aku pikir kalau tempatnya ran bersih, ngerjain
tugas apapun jadi terasa gampang.
Kabiasaan
baikku cuma gitu kayaknya. Hehehe
Kebiasaan
Buruk
Nah,
kalau kebiasaan buruk mungkin hampir mirip dengan sifat burukku. Namun, ada
yang lain:
*males
mandi gasik
Gak
berarti juga aku gak senang mandi loh ya. Begini, aku kalau mandi biasanya
kloter terakhir sendiri. males mandi gasik. Kalau masih ngrasa nyaman dan cocok
untuk sholat ya sholat dulu baru mandi. Nie ya, kalau sore, biasanya jam 5
lebih baru mandi. dan kadang-kadang, kalau magrib kurang seperempat baru mandi.
apalagi di tegal, hawanya panas. Kalau mandi terlalu gasik, bisa jadi, gerah.
Nah, kalau pagi juga gitu, kloter terakhiran baru mandi. *ilfill ki pasti
sama aku. :-(
*kalau
mau ngerjain sesuatu serba melakukan hal-hal lain dulu
Misalnya
ginini kalau mau makan ya ada-ada hal lain yang dilakukan, entah jalan ke dapur
dulu, nyarger hp. Banyak lah..
*lola
Teman
kost seringe menjuluki aku lola, alias loading lama. Misalnya kalau mau berangkat kuliah, aku yang paling
lama kelarnya. Gak tahu kenapa? Mungkin si mandinya kan paling terakhir, terus
kalau mau ngapa-ngapa cenderung melakukan hal lain dulu. Lebih tepatnya si
lama, bulan lola.
Pergaulanku...
Aku punya
dua orang sahabat deket, yaitu:
1.
Ernawati, dia sahabat sejak MI. Dia selalu menjadi teman
curhatku, semuanya kuceritakan sama dia. entah hal yang enak maupun gak enak. Aku
sangat mempercayainya, karena diapun sama percaya padaku. Sampai-sampai password
facebooknya, akupun tahu. Dia tipe perempuan yang pantas diteladani. Sampai
sekarang aku pun masih sering berbagi cerita dengannya, walaupun sekarang
status nya sudah beda. Dia sudah menikah.
2.
Lilis Rohmawati, dia teman kostku. Walaupun baru 3 tahun
kenal, tapi kedekatan antara aku dengannya seperti sudah lama banget. Aku tahu
apa yang tak diungkapkannnya, dan dia pun selalu tahu apa yang aku pikirkan. Dari
ke-5 teman kost ku, dialah yang aku pilih sebagai sahabat terdekatku.
Sifat-sifatnya yang lembut dan sealu mengertiku membuatku nyaman dengannya. Aku
bisa terbuka dengannya, namun dengan yang lain aku masih bisa menyimpan rahasia
hidupku. Aku dan dia saling mengerti dan memahami, mungkin karena itulah
persahabatannya jadi lenggeng.
Pencapaianku...
Sudah
sejak kecil aku bercita-cita menjadi seorang guru, tepatnya guru SD. Alasannnya
mungkin karena aku suka sama anak kecil, sepertinya untuk membangun chemistry
lebih mudah. Walaupun aku sadari kalau untuk ngomong di depan khalayak masih
sedikit malu-malu, namun berkat latihan yang lama dan sifatnya continue,
insyaalloh lama-kelamaan rasa malu itu hilang. Mungkin juga karena
sifat-sifatku yang mudah mengerti orang lain, dewasa, yang jelas aku suka sama
anak kecil. Aku bercita-cita jadi guru SD. Aku berharap, bisa menggapai
cita-cita ini dan saat ini aku masih mengusahakannya. Aku beruntung, bisa
menuntut ilmu di jurusan yang aku impikan sejak lama. Jujur, tak ada paksaan
dari orang tua maupun pihak manapun aku memilih jurusan PGSD. Ya, aku
memilihnya dari hati karena hati ini sudah mantep pengin kuliah di situ.
Demi menggapai cita-citaku menjadi guru
SD. Doain ya, semoga cita-citaku
tercapai. Amin...
Pengembangan
diri...
Setiap
manusia jelas memiliki sifat baik, sifat buruk, kebiasaan baik dan buruk.
Begitupun denganku, seperti penjelasanku mengenai bagaimana aku dalam point
dua. Sifat dan kebiasaan baik sudah selayaknya dijaga agar tidak ternodai
sifat-sifat buruk dari pengaruh orang lain. Namun sifat dan kebiasaan buruk
hendaknya diperbaiki agar orang lain tidak kecewa. Hal yang aku lakukan untuk
memperbaiki sifat burukku misalnya aku mencoba terbuka dengan sahabatku
mengenai masalah yang kupendam. Dengan harapan, apabila kumenceritakannya,
mereka bisa memberikan masukan dan saran mengenai sifat burukku yang tidak
sewajarnya dilakukan.
Untuk
kebiasaan buruk, aku mencoba sedikit lebih ekspres ketika hendak melakukan
sesuatu sehingga teman-teanku tidak berkeluh kesah dengan kebiasaanku ini.
kalau males mandi, ya mulai sekarang, mulai mandi lebih gasik dari biasanya.
Gak sore-sore banget atau gak siang-siang banget. Yang jelas yaa mencoba
memperbaiki diri dari kebiasaan buruk
itu. Sebisa mungkin dan sekuat tenaga. Karena kau tidak ingin
mengecewakan orang yang ada di sekelilingku, terutama keluarga keduak. Mereka
orang lain yang belum lama kukenal dan sebaiknya aku berbuat yang tidak
menimbulkan ill feel bagi mereka.
Banyak
upaya yang aku lakukan agar diterima di masyarakat, misalnya selalu sopan
santun dengan orang lain, gak sombong, mengikuti pengajian baik yang diadakan
di kampus maupun di rumah. Kalau di rumah, ya ketika aku pulang, aku
mengikutinya. Aku rasa upaya yang aku lakukan seperti sebuah kebiasaan yang tak
terasa dilakukan. Hadir melalui kebiasaan baik dan insyaalloh masyarakat akan
menerima dengan baik pula. Kunciya: Do the best for all and be my self..
Aku
bingung mau ngetik apalagi kk, nampaknya sudah sangat panjang lebar sekali
penjelasanku. Hee.. aku berharap sih, dengan kakak mengetahui itu semua, kamu
bisa tahu sisi baik dan burukku. Pesenku, yang baik boleh dicontoh kalau mau
nyontoh yang jelek jangan ditiru yaa...
Kalau mau
ill feel dengan sifat dan kebiasaa burukku juga boleh, sama sekali gak dilarang
sama penulisnya kok. Hehee..
Oiya.
Terimakasih sudah mau baca catatan hidupku ini J..
Semoga
kau bisa menerima segala kekurangan dan kelebihanku..
Aku jadi
inget sms kakak yang ini:
Kita
mendapatkan cinta bukan karena menemukan seseorang yang sempurna, tapi karena
kita mencintai seseorang dengan cara sempurna dengan sepaket lebih dan
kurangnya J
Aku
berharap kakak bisa ngebuktiin kata-kata kakak ini. okk..’
Sekali
lagi, terimakasih sudah mau baca.. J
Wassalamualaikum
wr.wb
#i,
my live and my dream
Kebumen,
25 mei 2014
Siti
ma’sumah
No comments:
Post a Comment