Sunday, November 23, 2014

Tentang aku

Assalamualaikum wr.wb

Hai kk wp, kabarnya sehat kan? semoga selalu dalam perlindungan-Nya.amin..
Seperti  yang telah disepakati sebelumnya, aku mau jawab semua pertanyaan itu dan kali ini khusus untuk kakak.

“Tak ada gading yang tak retak, begitupun tak ada manusia yang sempurna”
Bismillahirrohmanirrokhim..
Siapakah aku??
            Aku siti ma’sumah, 21 tahun lalu aku dilahirkan di kota yang sangat istimewa di hidupku “ kebumen”. Biasanya kalau di rumah aku dipanggil sumah, tapi kalau di kampus dipanggilnya siti. Aku enjoy aja dipanggil apa aja yang penting gak nyeleweng-nyeleweng banget dari namaku.
Aku dilahirkan dari rahim seorang Ibu yang sangat berarti dalam hidupku ”Ibu Toyibah”.  Beliaulah Ibu yang selalu memotivasiku untuk semangat menjalani hidup yang berlika-liku ini. dan bapakku bernama “sarjuni”, tanpa beliau aku tak mungkin terlahir di dunia ini. Beliaulah orang yang selalu mengajariku ilmu agama dan mengajariku arti sebuah usaha dan perjuangan hidup. Aku bahagia terlahir dari kedua orang tua seperti mereka. Aku mempunyai 2 orang adik yang bener-bener membuatku tambah dewasa. Aku dituntut oleh diriku sendiri harus bisa menjadi kakak yang membuat mereka bangga. Mungkin karena itulah aku menjadi dewasa seperti saat ini.
Keluargaku bisa dikatakan keluarga yang sederhana dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Bapakku bekerja sebagai buruh di desa dan kadang-kadang menjual bekatul di pasar. Sedangkan ibuku, seorang ibu rumah tangga yang merangkap sebagai pengrajin anyaman. Ya begitulah, bisa dibayangkan berapa pendapatan orang tuaku. Mungkin kalau aku tidak mendapatkan beasiswa, aku tak bisa mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Beruntung,  aku bisa meringankan sedikit beban mereka untuk pendidikanku. Mereka selalu berharap kehidupan anaknya lebih baik dari hidup mereka. Dan aku sebagai anak sulung selalu memikirkan harapan mereka. Aku ingin sebelum aku berumah tangga, aku bisa memberikan sesuatu yang berharga bagi hidup mereka. Entah apa wujudnya. Walaupun mereka sama sekali tak mengharapkan apapun dari anaknya, mereka hanya ingin anak-anaknya sukses dan masa depannya cerah.
Orang tuaku selalu mendidik dengan hati. Begini maksudnya, mereka tak pernah main tangan sedikitpun pada anak-anaknya. Mereka lebih menekankan pendidikan dalam hal agama. Pokoknya bagi mereka agama nomor satu. Pendidikan nomor dua, karena dengan berbekal ilmu agama terlebih dahulu, anak akan tahu baik buruknya perilaku dan pantas tidaknya perilaku yang lain ditiru. Aku setuju dengan perspektif mereka. Setiap hari mualai petang, ayah dan ibu pergi ke mushola, aku dan kedua adikku pun tak bisa menolak tindakannya. Kami sekeluarga pergi ke mushola. Biasanya ibu pulang duluan, sedangkan bapak mengajari ngaji anak-anak yang mau ngaji. Walaupuan demikian, bukan berarti pendidikan tidak utama ya, mereka juga memikirkan pendidikan kami. Walaupun mereka tak bisa turut serta membantu jikalau ada tugas rumah. Namun setidaknya mereka selalu menyuruh anaknya untuk belajar setelah dari mushola. Ya bagitulah keadaan keluargaku yang sangat sederhana.
Desaku adalah desa tanjungsari, terkenal dengan desa yang agamis. Ya, memang begitu. 99% warganya beragama islam. Dan di desaku pula terdapat MI, MTS, MA dan pondok pesantren. Warganya beraneka macam. Walaupun agamis, namun masyarakatnya tetap seperti masyarakat biasa dan sesuai dengan perkembangan zaman. Alhamdulillah, aku hidup di desa itu. lingkungan masyarakatnya cenderung baik dan tidak neko-neko. Sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai pengrajin anyaman. Inilah yang sangat khas dari desaku, jarang dijumpai di desa-desa lain.  Lingkungan pergaulannya, tergantung blok-bloknya. Kalau di blok ku, kuakui lingkungannya baik dan patut dicontoh. Masyaraktnya mengajarkan tata cara bertata krama dan sopan santun kepada orang lain. Bahu-membahu merigankan beban orang lain, misalnya yang sedang punya hajat. Namun remajanya jarang ngumpul-ngumpul, kebanyakan sibuk dengan urusan pribadinya dan sebagian besar yang seumuranku sudah berkeluarga. Jujur, aku jarang bergaul dengan remaja di desaku, ya alesannya karena kesibukan dengan urusan masing-masing. Walaupun demikian, ya tetep saling mengenal dan setidaknya saling menyapa ketika berpapasan.

Bagaimanakan aku...?
Aku bingung dengan sifat baik yang kumiliki, entah apa. Teman-teman sih ngomongnya aku orang baik. Katanya aku memiliki akhlak-akhlak terpuji yang tak banyak orang memilikinya. Apa iya ya??
Aku ngerasanya aku melakukan semua itu karena kebiasaan di keluargaku. Mungkin dari sisi itu aku memiliki sifat yang mudah memaafkan orang lain, gak pemarah, lembut, bisa ngontrol emosi, dewasa, mengerti keadaan orang lain, enak dijadiin teman curhat, gak enakan, pemalu, mandiri dsb. Gitu mungkin sifatku. Aku ngerasanya hanya pribadi sederhana yang melakukan sesuatu karena kesederhanaan dan berharap dari yang sederhana ini tak membuat orang lain benci denganku. Aku tak ingin dibenci walau hanya oleh satu orang. Aku yakin kakak pasti sedikit demi sedikit tahu sifat baikku kan.. hehe #Keep smile J
Bicara sifat buruk nampaknya aku memiliki banyak sifat buruk. Ya, bukan manusia namanya kalau tak memiliki sifat buruk.
*sulit percaya lagi kepada orang yang telah mengecewakanku
Gak tahu kenapa aku kalau udah dikecewain, sulit banget menerima orang itu kembali di hidupku. Walau jiwa raga sudah memaafkan dan kata maaf sudah di terima. Tapi, kau tetap saja belum bisa menerima orang itu kembali.
*emosi dalam diam
Ya aku sering emosi, tapi hanya dalam diam tanpa terucap oleh lisan ini. Aku takut melukai perasaan orang lain. Makannya aku lebih baik diam seribu bahasa. Biasanya sifat ini muncul ketika aku merasa keadaan yang kuharapkan tak sesuai hati. Begini misalnya: sewaktu bersih-bersih kost, aku kadang emosi dengan teman-teman kostku. Kenapa? Mereka tak pernah mengajakku bersih-bersih. Aku yang harus memulainya dulu. Dan jika tidak dimulai, tak ada  yang berinisiatif memulainya. Ya, aku tahu, punya inisiatif harus tanggung jawab dengan segalanya. Itu sudah biasa. Biasanya kalau bersih-bersih akulah yang memulai dulu dan selesai terakhir sendiri. Aku tak mau memerintah mereka. Aku hanya mengajaknya. Kalaupun mereka gak mau, kayaknya aku bisa menyelesaikannya sendiri. Aku membiarkannya mereka sadar sendiri, lagian sudah sama-sama dewasa. Pasti pahamlah. Selain bersih-bersih kost, ada yang lain misalnya kalau mau puasa sunnah, paginya kan sahur. Otomatis masak kan? Goreng telor apa apa. Nah, itu pula yang sering buatku emosi. Kadang mereka gak mikir mau sahur sama apa, yang mikiri cuma aku sama lilis, kanca kostku. Aku sama dia udah beli telore. Seharusnya kan yang masak gantian to. Nah itu enggak kk, yang masak kalau gak aku ya dia. kalau aku yang merajik bumbunya, ya dia yang masak. Ada yang bangunnya pagi, tapi tahajudnya lama banget. Baik sih baik tapi juga mau sahur kan, seharusnya gak perlu lama-lama kalau dah cukup ya udah. Terus ada yang bangunnya tinggal sahur aja, kayak di rumah sendiri. kadang aku mencoba tetap tersenyum walaupun dalam hati, emosiku berkobar. Tapi, mereka tetap temanku. Aku gak mau mereka tahu emosiku ini. aku berusaha memendamnya, namun terkadang aku sudah tak sanggup kk, akhirnya aku curhat sama lilis, dan diapun merasakan hal yang sama denganku. Ternyata, sehati dia denganku. Aku hanya berharap aku bisa mengontrol emosiku ini.
*aku ingin dimengerti tanpa harus memberi tahu
Mungkin setiap perempuan memiliki sifat ini. kalau dipikir-pikir sifat inilah yang melatar belakangi timbulnya sifat emosiku dalam diam.
*gak sabaran
Biasanya sifat ini muncul ketika aku harus menunggu orang lain. Misalnya janjian mau ngumpul-ngumpul ternyata orang yang ditunggu-tunggu ga dateng-dateng. Jadinya ya tingat kesabaranku menurun drastis, yang awalnya mau sabar menunggu, jadi gak sabar.
Mungkin itulah sebagian kecil sifat burukku dan aku sendiri yakin masih banyak kekuranganku yang belum aku temui. Seiring berjalannya waktu pasti kamu tahu apa sifat burukku.
Kebiasaan baik
Setiap orang punya kebiasaan baik, begitupun aku.
# insyaalloh, sholat wajib tepat waktu.
# sholat sunnah lagi berusaha istiqomah, baik dhuha maupun tahajud.
#puasa sunnah sudah mulai istiqomah. Walau kadang kalau di rumah agak malesnya dikit, tapi aku berusaha melawan hasutan syetan. Puasa sunnah sudah menjadi kebiasaanku semenjak SMA kelas 3, dan kebiasaan puasa sunnahku mulai istiqomah ketika aku dinyatakan beasiswaku diterima. Aku ingin membalas karunia yang telah Alloh berikan kepadaku.
# mengerjaan tugas tepat waktu
Kebiasaan ini sudah tertanam di jiwaku sejak kecil. Karena orang tuaku selalu mengajarkanku untuk belajar mandiri. Jangan menggantungkan pada orang lain. Mereka ada ketika kamu ada di samping mereka, dan jikalau mereka tak ada, kamu hanya makhluk yang sendiri. Begitulah. Biasanya teman-teman melihat tugasku dan tak jarang mereka meminta dijelaskan lagi penjelasan dosen.
# bersih-bersih kost maupun rumah
Kalau melihat keadaan kost dan rumah yang gak rapi, penginnya ya ngerbersihin gitu. Rasanya gak tenang aja kalau belum dibersihin. Apalagi kalau mau negrjain tugas, kudu rapi dulu semuanya. Aku pikir kalau tempatnya ran bersih, ngerjain tugas apapun jadi terasa gampang.
Kabiasaan baikku cuma gitu kayaknya. Hehehe

Kebiasaan Buruk
Nah, kalau kebiasaan buruk mungkin hampir mirip dengan sifat burukku. Namun, ada yang lain:
*males mandi gasik
Gak berarti juga aku gak senang mandi loh ya. Begini, aku kalau mandi biasanya kloter terakhir sendiri. males mandi gasik. Kalau masih ngrasa nyaman dan cocok untuk sholat ya sholat dulu baru mandi. Nie ya, kalau sore, biasanya jam 5 lebih baru mandi. dan kadang-kadang, kalau magrib kurang seperempat baru mandi. apalagi di tegal, hawanya panas. Kalau mandi terlalu gasik, bisa jadi, gerah. Nah, kalau pagi juga gitu, kloter terakhiran baru mandi. *ilfill ki pasti sama aku. :-(
*kalau mau ngerjain sesuatu serba melakukan hal-hal lain dulu
Misalnya ginini kalau mau makan ya ada-ada hal lain yang dilakukan, entah jalan ke dapur dulu, nyarger hp. Banyak lah..
*lola
Teman kost seringe menjuluki aku lola, alias loading lama. Misalnya  kalau mau berangkat kuliah, aku yang paling lama kelarnya. Gak tahu kenapa? Mungkin si mandinya kan paling terakhir, terus kalau mau ngapa-ngapa cenderung melakukan hal lain dulu. Lebih tepatnya si lama, bulan lola.

Pergaulanku...
Aku punya dua orang sahabat deket, yaitu:
1.    Ernawati, dia sahabat sejak MI. Dia selalu menjadi teman curhatku, semuanya kuceritakan sama dia. entah hal yang enak maupun gak enak. Aku sangat mempercayainya, karena diapun sama percaya padaku. Sampai-sampai password facebooknya, akupun tahu. Dia tipe perempuan yang pantas diteladani. Sampai sekarang aku pun masih sering berbagi cerita dengannya, walaupun sekarang status nya sudah beda. Dia sudah menikah.
2.    Lilis Rohmawati, dia teman kostku. Walaupun baru 3 tahun kenal, tapi kedekatan antara aku dengannya seperti sudah lama banget. Aku tahu apa yang tak diungkapkannnya, dan dia pun selalu tahu apa yang aku pikirkan. Dari ke-5 teman kost ku, dialah yang aku pilih sebagai sahabat terdekatku. Sifat-sifatnya yang lembut dan sealu mengertiku membuatku nyaman dengannya. Aku bisa terbuka dengannya, namun dengan yang lain aku masih bisa menyimpan rahasia hidupku. Aku dan dia saling mengerti dan memahami, mungkin karena itulah persahabatannya jadi lenggeng.

Pencapaianku...
Sudah sejak kecil aku bercita-cita menjadi seorang guru, tepatnya guru SD. Alasannnya mungkin karena aku suka sama anak kecil, sepertinya untuk membangun chemistry lebih mudah. Walaupun aku sadari kalau untuk ngomong di depan khalayak masih sedikit malu-malu, namun berkat latihan yang lama dan sifatnya continue, insyaalloh lama-kelamaan rasa malu itu hilang. Mungkin juga karena sifat-sifatku yang mudah mengerti orang lain, dewasa, yang jelas aku suka sama anak kecil. Aku bercita-cita jadi guru SD. Aku berharap, bisa menggapai cita-cita ini dan saat ini aku masih mengusahakannya. Aku beruntung, bisa menuntut ilmu di jurusan yang aku impikan sejak lama. Jujur, tak ada paksaan dari orang tua maupun pihak manapun aku memilih jurusan PGSD. Ya, aku memilihnya dari hati karena hati ini sudah mantep pengin kuliah di situ. Demi  menggapai cita-citaku menjadi guru SD.  Doain ya, semoga cita-citaku tercapai. Amin...


Pengembangan diri...
Setiap manusia jelas memiliki sifat baik, sifat buruk, kebiasaan baik dan buruk. Begitupun denganku, seperti penjelasanku mengenai bagaimana aku dalam point dua. Sifat dan kebiasaan baik sudah selayaknya dijaga agar tidak ternodai sifat-sifat buruk dari pengaruh orang lain. Namun sifat dan kebiasaan buruk hendaknya diperbaiki agar orang lain tidak kecewa. Hal yang aku lakukan untuk memperbaiki sifat burukku misalnya aku mencoba terbuka dengan sahabatku mengenai masalah yang kupendam. Dengan harapan, apabila kumenceritakannya, mereka bisa memberikan masukan dan saran mengenai sifat burukku yang tidak sewajarnya dilakukan.
Untuk kebiasaan buruk, aku mencoba sedikit lebih ekspres ketika hendak melakukan sesuatu sehingga teman-teanku tidak berkeluh kesah dengan kebiasaanku ini. kalau males mandi, ya mulai sekarang, mulai mandi lebih gasik dari biasanya. Gak sore-sore banget atau gak siang-siang banget. Yang jelas yaa mencoba memperbaiki diri dari kebiasaan buruk  itu. Sebisa mungkin dan sekuat tenaga. Karena kau tidak ingin mengecewakan orang yang ada di sekelilingku, terutama keluarga keduak. Mereka orang lain yang belum lama kukenal dan sebaiknya aku berbuat yang tidak menimbulkan ill feel bagi mereka.
Banyak upaya yang aku lakukan agar diterima di masyarakat, misalnya selalu sopan santun dengan orang lain, gak sombong, mengikuti pengajian baik yang diadakan di kampus maupun di rumah. Kalau di rumah, ya ketika aku pulang, aku mengikutinya. Aku rasa upaya yang aku lakukan seperti sebuah kebiasaan yang tak terasa dilakukan. Hadir melalui kebiasaan baik dan insyaalloh masyarakat akan menerima dengan baik pula. Kunciya: Do the best for all and be my self..
Aku bingung mau ngetik apalagi kk, nampaknya sudah sangat panjang lebar sekali penjelasanku. Hee.. aku berharap sih, dengan kakak mengetahui itu semua, kamu bisa tahu sisi baik dan burukku. Pesenku, yang baik boleh dicontoh kalau mau nyontoh yang jelek jangan ditiru yaa...
Kalau mau ill feel dengan sifat dan kebiasaa burukku juga boleh, sama sekali gak dilarang sama penulisnya kok. Hehee..
Oiya. Terimakasih sudah mau baca catatan hidupku ini J..
Semoga kau bisa menerima segala kekurangan dan kelebihanku..
Aku jadi inget sms kakak yang ini:
Kita mendapatkan cinta bukan karena menemukan seseorang yang sempurna, tapi karena kita mencintai seseorang dengan cara sempurna dengan sepaket lebih dan kurangnya J
Aku berharap kakak bisa ngebuktiin kata-kata kakak ini. okk..’
Sekali lagi, terimakasih sudah mau baca.. J

Wassalamualaikum wr.wb
                                                           
                                                                                                #i, my live and my dream
                                                                                                Kebumen, 25 mei 2014
                                                                                                Siti ma’sumah




No comments:

Post a Comment

KONEKSI ANTAR MATERI KESIMPULAN DAN REFLEKSI MODUL 1.1

  Ki Hajar Dewantara merupakan sosok yang sangat pantas mendapatkan julukan sebagai Bapak Pendidikan. Beliau tidak pernah merasa putus asa u...