Tegal,
7 agustus 2014
Assalamualaikum
kk wp...
Masih
bolehkah aku panggil kamu kk wp???? Rasanya udah jauh banget kalau kayak gini
sejak kamu ngomong ini telpon terakhir “the last”..
Kamu
tahu apa yang aku rasakan? #Pasti tahulah..
Kamu
tahu alasan kenapa aku nangis?? #bohong kalo gak tahu..
Kamu
tahu aku tak bisa berkata-kata ketika kamu minta aku mengucapkan kata-kata
terakhir untukmu??? #gak bisa, sulit kk...
Kamu
tahu apa yang aku rasakah dua hari ini???#aku menjadi aku bukan yang dulu...
Teman-teman
ngomong aku berubah.. tak seceria dulu,, wajahku kelihatan galau, memikirkan
sesuatu. Itu tanggapan mereka kepadaku..
Persis
seperti yang kamu ungkapkan ketika perpisahan di SD. Tanggapan guru lain
terhadapmu “ murung” . akupun gitu...
#bukan
disengaja, tapi memang ini nyata..
Akankah
seperti ini terus???
Entahlah,
harus berapa lama lagi aku seperti ini..
10
hal yang aku tak tahu dari dirimu membuatku sangat tersentuh. Baru kali ini ada
lelaki yang sangat sepertimu kk..
“ Ya
alloh, tapi orang tuaku tak berpikiran sama denganku...#kamu udah tahu sendiri
alasannya..
Aku
menggugat apa yang mereka katakan tapi mereka tak mengidahkan perkataanku..
Aku hanya
bisa menangis dan menangis.. kamu tahu?? Sejak kamu datang, hari sabtu itu aku
tak bisa menahan air mata ini..
Kamupun
tahu aku nangis kan???
Waktu
kamu pergi pun aku sempat ngobrol sama ibu tentang sms paman dan tanggapan ibu
cukup memuaskanku. Secara tidak langsung dia setuju dengan apa yang kupikirkan.
Aku
berhenti menangis, tapi ya kalau sendirian dalam suasana sepi, di kamar, buka
hp dan teringat akan kamu, tak tahu air mata ini kembali menetes.. karena tak
tahan akhirnya kutertidur dan tak merespon sms mu..
Sejujurnya
aku sedang banyak pikiran, memikirkanmu dan pamanku..
(#bapakku
belum bertindak)
Minggu
pagi...
Bangun
pagi tahajuddan, berdoa agar diberikan jalan terbaik..
Sempat
aku membangunkanmu. Mungkin itu kencan istimewa kita yang
terakhir yaa..
Kalau
sekarang, aku membangunkanmu mungkin rasanya tak seperti dulu. Aku biasa-
biasa. Bukan siapa-siapa. Hanya siti ma’sumah yang kamu cintai tapi tak
mendapat restu orang tuaya..
Di
mushola setelah sholat subuh, bukan hanya ada aku tapi ada sebagian jamaah dan
untungnya mereka adalah keluargaku.
Sangat di
luar dugaanku,,
Bapak
bilang “ gelet wong lanang ya sing edek-edek wae, ra usah kadohen. Melas
wong uane sesuk li niliki. Saiki kenalan karo kae ya ora papa, sing penting
kenalan tok. Koe ngerti kan, ridhone Alloh kui tergantung ridhone wong tuamu”.
Aku
langsung paham dengan perkataannya...
#kamupun
paham kan??
Aku tak
mungkin berkata-kata panjang lebar karena aku tahu di situ mushola..
Aku lebih
memilih membaca ayat suci al-qur’an daripadda harus berdebat dengan bapak.
Selesai
Aku
pulang ke rumah dan ternyata bapak dan ibu sudah mengadangku di ruang tamu.
Firasatku sangat tajam kala itu. “pasti mereka akan menyidangku. Aku berharap
ada bantuan ibu untuk membelaku.”
Apa
yang terjadi???
Ibu malah
sependapat dengan bapak dan tak ada pihak yang membelaku..
Walaupun
aku menjelaskan kisah cintaku denganmu mereka tak menghiraukannya karena sudah
tertanam dengan jelas apa yang mereka pikirkan tentang kamu.
Bukan
karena kamu ini itu, gak pantas sama aku, bukan...
Menurutku
mereka terlalu khawatir dengan hidupku yang kalau sama kamu berarti aku kan
harus meninggalkan mereka dalam artian tak cukup dekat jaraknya untuk bertemu..
Mereka
sudah sangat berpikir jauh ke depan.
Dan aku
tak bisa berkata-kata seolah lidahku tak mampu lagi berucap. Hanya air mata
yang membasahi mukaku..
Dari jam
5-7 aku masih terdiam di kamar sembari memikirkan apa yang harus aku lakukan..
Aku
mencintaimu tak beralasan.. udah itu saja...
Dan
kamu tahu jika aku sudah mencintai orang dengan keadaan seperti ini akan terasa
sulit untuk melupakan. Bahkan mungkkin bertahun-tahun..seperti dengan Mr D
dulu..
Aku
tak mau ini terjadi lagi tapi skenario Alloh berbicara lain. Dan sebagai
hamba-Nya aku pun tak bisa menolaknya.. iya kan??
Aku
kemarin mau ngomong..
Kamu
mencintaiku karena apa? Seingatku, kamu mencintaiku karena akhlakku baik. Udah
bisa mengembalikan kamu menjadi yang dulu..
Rajin
sholat malam lagi, puasa sunnah lagi, rajin ngaji..
Tapi, aku
agak jleb ndenger yang ini “ jika
suatu saat kamu tak memiliki akhlak yang demikian lagi, mungkin aku tak
mencintaimu lagi.”.
Kamu tahu
apa yang dipikiranku..
Ok, kita
lupakan dulu masalah orang tuaku..
Jika
perjalanan cinta kita lancar, tak ada sebuah tantangan dan lurus-lurus aja.
Terus suatu saat aku melupakan (bukan niat) kebiasaan ku itu, berarti kamu tak
mencintaiku lagi dong????
Berarti
pula cinta mu padaku hanya sebatas alasan itu, ya memang alasanmu betul..
Tapi..
Hanyalah
sebatas itu cintamu padaku dan jika batasan itu hilang kamu tak mencintaiku
lagi???
Ini
pertanyaanku kk..
#jika
seperti ini, kurasa cintamu harus dipermurni kk, cinta yang murni maksudnya..
Jika
suatu saat aku lupa akan kebiasaan itu, ya kamu mengingatkanku, bukan tak
mencintaiku lagi..
Video
itu??
Aku buat
khusus untuk ultahmu. Karena jujur aku sendiri bingung mau ngasih hadiah apa???
Tapi,
entah kenapa, aku menuliskan kata-kata yang demikian di akhir video itu.
lagi-lagi jangan menyebut ini kebetulan #katamu..
Aku
mengikuti arah pikiranku, dan aku menulisnya bener-bener dari hati.
Aku takut
kamu kecewa jika kamu menunggu terlalu lama, walaupun aku tak menginginkan itu
terjadi...
Itulah
skenario alloh kk, kaya konflik dalam sebuah novel ya..
Cinta itu butuh perrjuangan
Iya, sangat butuh. Akankah jika saat
ini aku berjuang untuk lebih mempertahankan cinta kita, akankah kamu akan kembali
menaruh hati yang telah hancur berkeping-keping untukku??? Sepertinya kamu
sudah beda.
Iya, karena kamu butuh kepastian. Aku
paham itu..
Kemarin aku curhat ke teman-teman
deketku mengenai hubungan kita. Merekapun sempet membaca file yang kau kirimkan
kepadaku. Dan tahukah kamu tanggapannya???
Mereka bilang ”pertahankan” jarang ada
cowo yang sama kaya kamu..
Sejujurnya aku sangat mau
mempertahankanmu,,, jujur..
Tapi kamu nampaknya sudah tak seperti
dulu..
Apa yang salah dengan diriku ya Alloh,
kenapa orang tuaku tak sejalan dengan pikiran anaknya..
Perlukah aku meminta kedua orang tuaku
membaca semua kisah-kisah kita yang sudah kita tulis..
Apakah sudah terlambat karena kamu
terlanjur patah hati dengan orang tuaku??
Apakah kamu membenci orang tuaku?
Ya alloh....
Benarkah kita tak bisa seperti 4 bulan
lalu, benarkah??
Sungguh ini seperti mimpi”
Benarkah aku harus begini saja
menyikapi keadaan ini?? sampai-sampai aku harus mengorbankan benih cinta
ini....
Kalau aku inget semua cerita kita,
rasanya pengin teriak teriak..
Sesak kk..
Iya...
kk, doakan aku semoga aku kuat menerima
semua cobaan ini..
terimakasih kk atas semua yang pernah
kau berikan untukku..
maafkan perlakuan keluargaku kepadamu
yang sangat menyakitkan itu..
dimaafkan ya kk..
Salam..
siti ma’sumah
No comments:
Post a Comment