Sunday, November 23, 2014

Pupus

Tegal, 7 agustus 2014

Assalamualaikum kk wp...


Masih bolehkah aku panggil kamu kk wp???? Rasanya udah jauh banget kalau kayak gini sejak kamu ngomong ini telpon terakhir “the last”..
Kamu tahu apa yang aku rasakan? #Pasti tahulah..
Kamu tahu alasan kenapa aku nangis?? #bohong kalo gak tahu..
Kamu tahu aku tak bisa berkata-kata ketika kamu minta aku mengucapkan kata-kata terakhir untukmu??? #gak bisa, sulit kk...
Kamu tahu apa yang aku rasakah dua hari ini???#aku menjadi aku bukan yang dulu...
Teman-teman ngomong aku berubah.. tak seceria dulu,, wajahku kelihatan galau, memikirkan sesuatu. Itu tanggapan mereka kepadaku..
Persis seperti yang kamu ungkapkan ketika perpisahan di SD. Tanggapan guru lain terhadapmu “ murung” . akupun gitu...
#bukan disengaja, tapi memang ini nyata..
Akankah seperti ini terus???
Entahlah, harus berapa lama lagi aku seperti ini..

10 hal yang aku tak tahu dari dirimu membuatku sangat tersentuh. Baru kali ini ada lelaki yang sangat sepertimu kk..
“ Ya alloh, tapi orang tuaku tak berpikiran sama denganku...#kamu udah tahu sendiri alasannya..
Aku menggugat apa yang mereka katakan tapi mereka tak mengidahkan perkataanku..
Aku hanya bisa menangis dan menangis.. kamu tahu?? Sejak kamu datang, hari sabtu itu aku tak bisa menahan air mata ini..
Kamupun tahu aku nangis kan???
Waktu kamu pergi pun aku sempat ngobrol sama ibu tentang sms paman dan tanggapan ibu cukup memuaskanku. Secara tidak langsung dia setuju dengan apa yang kupikirkan.
Aku berhenti menangis, tapi ya kalau sendirian dalam suasana sepi, di kamar, buka hp dan teringat akan kamu, tak tahu air mata ini kembali menetes.. karena tak tahan akhirnya kutertidur dan tak merespon sms mu..
Sejujurnya aku sedang banyak pikiran, memikirkanmu dan pamanku..
(#bapakku belum bertindak)
Minggu pagi...
Bangun pagi tahajuddan, berdoa agar diberikan jalan terbaik..
Sempat aku membangunkanmu. Mungkin itu kencan istimewa kita yang terakhir yaa..
Kalau sekarang, aku membangunkanmu mungkin rasanya tak seperti dulu. Aku biasa- biasa. Bukan siapa-siapa. Hanya siti ma’sumah yang kamu cintai tapi tak mendapat restu orang tuaya..

Di mushola setelah sholat subuh, bukan hanya ada aku tapi ada sebagian jamaah dan untungnya mereka adalah keluargaku.
Sangat di luar dugaanku,,
Bapak bilang “ gelet wong lanang ya sing edek-edek wae, ra usah kadohen. Melas wong uane sesuk li niliki. Saiki kenalan karo kae ya ora papa, sing penting kenalan tok. Koe ngerti kan, ridhone Alloh kui tergantung ridhone wong tuamu”.
Aku langsung paham dengan perkataannya...
#kamupun paham kan??

Aku tak mungkin berkata-kata panjang lebar karena aku tahu di situ mushola..
Aku lebih memilih membaca ayat suci al-qur’an daripadda harus berdebat dengan bapak.
Selesai

Aku pulang ke rumah dan ternyata bapak dan ibu sudah mengadangku di ruang tamu. Firasatku sangat tajam kala itu. “pasti mereka akan menyidangku. Aku berharap ada bantuan ibu untuk membelaku.”

Apa yang terjadi???

Ibu malah sependapat dengan bapak dan tak ada pihak yang membelaku..
Walaupun aku menjelaskan kisah cintaku denganmu mereka tak menghiraukannya karena sudah tertanam dengan jelas apa yang mereka pikirkan tentang kamu.
Bukan karena kamu ini itu, gak pantas sama aku, bukan...
Menurutku mereka terlalu khawatir dengan hidupku yang kalau sama kamu berarti aku kan harus meninggalkan mereka dalam artian tak cukup dekat jaraknya untuk bertemu..
Mereka sudah sangat berpikir jauh ke depan.
Dan aku tak bisa berkata-kata seolah lidahku tak mampu lagi berucap. Hanya air mata yang membasahi mukaku..
Dari jam 5-7 aku masih terdiam di kamar sembari memikirkan apa yang harus aku lakukan..
Aku mencintaimu tak beralasan.. udah itu saja...
Dan kamu tahu jika aku sudah mencintai orang dengan keadaan seperti ini akan terasa sulit untuk melupakan. Bahkan mungkkin bertahun-tahun..seperti dengan Mr D dulu..

Aku tak mau ini terjadi lagi tapi skenario Alloh berbicara lain. Dan sebagai hamba-Nya aku pun tak bisa menolaknya.. iya kan??

Aku kemarin mau ngomong.. 
Kamu mencintaiku karena apa? Seingatku, kamu mencintaiku karena akhlakku baik. Udah bisa mengembalikan kamu menjadi yang dulu..
Rajin sholat malam lagi, puasa sunnah lagi, rajin ngaji..
Tapi, aku agak jleb  ndenger yang ini “ jika suatu saat kamu tak memiliki akhlak yang demikian lagi, mungkin aku tak mencintaimu lagi.”.

Kamu tahu apa yang dipikiranku..
Ok, kita lupakan dulu masalah orang tuaku..
Jika perjalanan cinta kita lancar, tak ada sebuah tantangan dan lurus-lurus aja. Terus suatu saat aku melupakan (bukan niat) kebiasaan ku itu, berarti kamu tak mencintaiku lagi dong????
Berarti pula cinta mu padaku hanya sebatas alasan itu, ya memang alasanmu betul..

Tapi..

Hanyalah sebatas itu cintamu padaku dan jika batasan itu hilang kamu tak mencintaiku lagi???
Ini pertanyaanku kk..
#jika seperti ini, kurasa cintamu harus dipermurni kk, cinta yang murni maksudnya..
Jika suatu saat aku lupa akan kebiasaan itu, ya kamu mengingatkanku, bukan tak mencintaiku lagi..
#jangan mencintaiku apa adanya...

Video itu??

Aku buat khusus untuk ultahmu. Karena jujur aku sendiri bingung mau ngasih hadiah apa???
Tapi, entah kenapa, aku menuliskan kata-kata yang demikian di akhir video itu. lagi-lagi jangan menyebut ini kebetulan #katamu..
Aku mengikuti arah pikiranku, dan aku menulisnya bener-bener dari hati.
Aku takut kamu kecewa jika kamu menunggu terlalu lama, walaupun aku tak menginginkan itu terjadi...
Itulah skenario alloh kk, kaya konflik dalam sebuah novel ya..

Cinta itu butuh perrjuangan
Iya, sangat butuh. Akankah jika saat ini aku berjuang untuk lebih mempertahankan cinta kita, akankah kamu akan kembali menaruh hati yang telah hancur berkeping-keping untukku??? Sepertinya kamu sudah beda.
Iya, karena kamu butuh kepastian. Aku paham itu..

Kemarin aku curhat ke teman-teman deketku mengenai hubungan kita. Merekapun sempet membaca file yang kau kirimkan kepadaku. Dan tahukah kamu tanggapannya???
Mereka bilang ”pertahankan” jarang ada cowo yang sama kaya kamu..
Sejujurnya aku sangat mau mempertahankanmu,,, jujur..
Tapi kamu nampaknya sudah tak seperti dulu..
Apa yang salah dengan diriku ya Alloh, kenapa orang tuaku tak sejalan dengan pikiran anaknya..
Perlukah aku meminta kedua orang tuaku membaca semua kisah-kisah kita yang sudah kita tulis..
Apakah sudah terlambat karena kamu terlanjur patah hati dengan orang tuaku??
Apakah kamu membenci orang tuaku?
Ya alloh....
Benarkah kita tak bisa seperti 4 bulan lalu, benarkah??
Sungguh ini seperti mimpi”
Benarkah aku harus begini saja menyikapi keadaan ini?? sampai-sampai aku harus mengorbankan benih cinta ini....

Kalau aku inget semua cerita kita, rasanya pengin teriak teriak..
Sesak kk..
Iya...

kk, doakan aku semoga aku kuat menerima semua cobaan ini..

terimakasih kk atas semua yang pernah kau berikan untukku..
maafkan perlakuan keluargaku kepadamu yang sangat menyakitkan itu..
dimaafkan ya kk..

Salam..

siti ma’sumah








No comments:

Post a Comment

KONEKSI ANTAR MATERI KESIMPULAN DAN REFLEKSI MODUL 1.1

  Ki Hajar Dewantara merupakan sosok yang sangat pantas mendapatkan julukan sebagai Bapak Pendidikan. Beliau tidak pernah merasa putus asa u...