Ceritaku ketika mencoba-coba daftar kerja di les-les an....
Kamis, 26 Maret 2015, aku mencoba daftar di ESC Tegal setelah manemani temenku uji coba di SD tempat ia penelitian. Panas terik matahari mengguyur tubuhku. dengan bersepeda mini kulalui arus pantura yang bisa dibayangkan betapa panasnya kala itu. Tepat pukul 11.00 WIB. Kami berdua menuju tempat les-les an itu, tepatnya di deket alun-alun Kota Tegal. Tampak beum ada keniatan di benakku, aku hanya ingin mencari pengalaman daftar kerja. Aku terlalu berambisi...
4 hari kemudian,
Senin, 30 Maret 2015
Sebuah panggilan dari nomor yang tak dikenal, ternyata dari ESC Tegal. aku disuruh untuk tes wawancara.
Ok, jam tengah 2 aku ke tempat itu menggunakan sepeda mini milik temenku.. Seperti biasa, panas terik matahari menyengat kulit sawo matangku. tanpa mengeluh kulaluinya dengan senang, tak ada rasa malu walaupun tak ada cewe naik sepeda. Bisa dikatakan yang menaiki sepeda di sepanjang kostku-ESC cuma 5 orang termasuk aku, luar biasa bukan! Yups karena ini kota!!!Bukan desa seperti tempat tinggalku di Kebumen.
25 menit mengayuh sepeda, akhirnya sampai juga di ESC. Jujur, aku takut melewati jalan di kota. Para pengendaranya tak mau mengalah dan ingin berebut menjadi penguasa jalan tanpa memperhatikan orang yang naik sepeda. Sudahlah tak apa, ini menjadi pelajaran bagiku kalau sedang naik motor harus memperhatikan mereka yang naik sepeda. Just it!
Next,
Gedung ESC sudah di depan mata. keringatku bercucuran membahasahi kemeja jeansku. Aku tak memperhatikan penampilanku. yang penting, sopan menurutku. hanya ada 2 sepeda motor di parkiran dan satu sepedaku. tempatnya senyap, sepi, dan bukan yang kuinginkan karena sejujurnya aku tak menyuakai tempat seperti ini. terlalu menegangkan kataku, Ok. aku harus komitmen. Berani daftar harus berani bertanggungjawab. Aku ingin membuktikan kalau aku memiliki komitmen hidup.
Entah apapun hasilnya nanti aku kan terima.
Kuhubungi seorang mba-mba di situ. Kutanya" Mba, aku dipanggil tes wawancara, apa benar dari pihak ESC?"
Beliau menjawab,"iya, silahkan tunggu, duduklah di situ"
Sambil menunggu panggilan, kupandangi sekeliling tempat itu. Ah sepi, bangunannya seperti bangunan belanda yang buatku agak menyeramkan. hii
tak ada pendaftar lain di situ, Cuma Aku seorang. Kini pikiranku semakin melebar..
"masa iya tempat bimbel segeda gini, tak ada yang mau daftar, ada apa??" Kuhanya bisa menduga saja dengan tempat ini dan kuat dugaanku semakin membuatku tak mau diterima menjadi seorang pengajar di situ.
"Mba,silahkan masuk" Ucap mba-mba tadi.
Tes wawancara dimulai.
Pertanyaan pertama, coba ceritakan tentang dirimu siti?
Pertanyaan kedua, siti masih kuliah semester berapa, dan kuliahnya hari apa aja?
Pertanyaan ketiaga, coba ceriatakan kelebihan yang kamu miliki?
Pertanyaan keempat, coba ceritakan kelemahan kamu?
Pertanyaan kelima, pelajaran apa yang kamu sukai, kenapa?
Kujawab semuanya dengan apa adanya, dan gak ada degdegan sama sekali, Slow. Santai..
Dan terakhir aku disuruh mikro teaching.
What!!!!!
Sudah lama gak ngajar anak-anak, aku lupa materinya.
dan tahukah aku disuruh ngajar MTK, Basa Jawa dan PKN
Mungkin karena aku gak niat dan gak ingin diterima, aku ya kayak gitu seenaknya saja ngajarnya.
untuk pengetahuan, karena sudah lama gak baca buku dan gak ngajar anak-anak pantaslah aku lupa apalagi disuruh ngajar PKN dengan materi aparat negara.. Wahh Blank...!!
Tak kupikirkan lebih dalam karena memang aku tak mau diterima.
yee, akhirnya doaku terkabul, Tidak Diterima!!
AKu disuruh belajar mikro teaching lagi..
Ok,
Aku pulang mengayuh sepeda mini melawan terik matahari yang begitu membakar kulit ariku..
Tak apalah, aku tetap semangat mengayuh sepeda itu.
Satu pelajaran yang amat baik kupetik dari kisah hidupku ini yaitu ketika mau bekerja, niatlah dari dalam hati, Bukan coba-coba !!!
Belajarlah dengan sungguh-sungguh jika mau menjadi seorang guru, harus siap dalam segala kondisi yang ada!!Ok :-)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
KONEKSI ANTAR MATERI KESIMPULAN DAN REFLEKSI MODUL 1.1
Ki Hajar Dewantara merupakan sosok yang sangat pantas mendapatkan julukan sebagai Bapak Pendidikan. Beliau tidak pernah merasa putus asa u...
-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak-anak berkebutuhan khusus adalah anak-anak yang memiliki keunikan tersendiri dalam jeni...
-
ULANGAN TENGAH SEMESTER Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Konsep Dasar IPA Dosen Pengampu: Dr...
-
Anak-anak kolong jembatan Suara mereka terdengar ke telingku Jeritan semangatnya buatku haru Haru campur syahdu Antusias nya untu...
No comments:
Post a Comment